Berlokasi di Ekowisata Adventureland Romokalisari, kawasan yang menjadi muara beberapa sungai besar di Surabaya ini memang menghadapi tantangan serius terkait penumpukan sampah yang terbawa arus. Kondisi geografis tersebut menjadikan area ini rentan terhadap abrasi dan kerusakan ekosistem pesisir.
Melalui kolaborasi antara Yayasan WINGS Peduli dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, sebanyak 1.000 bibit pohon cemara udang dan mangrove ditanam sebagai bagian dari upaya konservasi. Kedua jenis tanaman ini dikenal mampu menahan abrasi, meredam gelombang, serta beradaptasi dengan kondisi wilayah muara.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menyampaikan bahwa kolaborasi ini membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam menjaga lingkungan.
“Melalui kolaborasi ini, kami bersama dengan Yayasan WINGS Peduli memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berperan secara aktif dengan bersama-sama melakukan aksi nyata dalam merawat lingkungan agar tercipta lingkungan yang bersih dan sehat. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi awal untuk mewujudkan ekosistem yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Tak hanya berfokus pada lingkungan fisik, kegiatan ini juga melibatkan sekitar 300 relawan dari berbagai latar belakang—mulai dari pelajar, komunitas pecinta lingkungan, hingga masyarakat setempat. Mereka tidak hanya ikut menanam pohon, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah melalui kampanye #PilahDariSekarang, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Perwakilan Yayasan WINGS Peduli, Oucky Hertanto, menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan memberi dampak jangka panjang.
“Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak nyata bagi kelestarian lingkungan, serta memberikan stimulus pada masyarakat terkait pentingnya kesadaran merawat lingkungan. Oleh karena itu, kami juga menghadirkan edukasi seputar pengelolaan sampah secara bertanggung jawab kepada relawan yang hadir, sehingga mereka dapat melanjutkan aksi peduli lingkungan ini dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Selain penanaman, peserta juga mengikuti berbagai aktivitas pendukung seperti sesi edukasi kesehatan hingga pemeriksaan gigi gratis. Pendekatan ini menegaskan bahwa kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat merupakan dua aspek yang saling berkaitan.
Inisiatif ini menjadi bagian dari gerakan berkelanjutan yang telah dilakukan di berbagai wilayah, mulai dari kawasan mangrove di Jakarta hingga ruang hijau di Jawa Timur. Melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, upaya menjaga lingkungan diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari.
Lebih dari sekadar peringatan, momentum ini mengingatkan bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama—dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang. ***
Post Comment
You must be logged in to post a comment.