BCA Syariah Perkuat Peran sebagai “Sahabat Berkahmu”, Dorong Inklusi Keuangan dan Pemberdayaan Sosial Bersama Masjid Istiqlal
puanpertiwi.com – Memasuki usia ke-16 tahun, BCA Syariah memperkenalkan proposisi merek baru bertajuk “Sahabat Berkahmu” sebuah langkah strategis yang menegaskan transformasi perbankan syariah dari sekadar penyedia layanan finansial menjadi mitra kehidupan yang hadir di setiap fase perjalanan nasabah.
Peluncuran identitas baru ini tidak hanya menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan, tetapi juga mencerminkan perubahan tren masyarakat yang semakin mencari keseimbangan antara pencapaian ekonomi, nilai spiritual dan kebermanfaatan sosial. Di tengah meningkatnya kesadaran akan gaya hidup berbasis nilai (value-driven lifestyle), konsep keberkahan kini menjadi bagian dari cara masyarakat memandang kesuksesan dan kesejahteraan.
Melalui acara Media Gathering yang digelar di Masjid Istiqlal Jakarta, BCA Syariah memperkenalkan berbagai program dan kolaborasi yang bertujuan memperluas literasi serta inklusi keuangan syariah di Indonesia. Salah satu fokus utama adalah kerja sama strategis dengan Masjid Istiqlal dalam pengelolaan ekosistem berbasis inklusivitas yang menghubungkan aspek ekonomi, pendidikan, sosial dan keagamaan.
Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum menjelaskan bahwa “Sahabat Berkahmu” merupakan representasi komitmen perusahaan untuk menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat modern tanpa meninggalkan prinsip-prinsip syariah.
Di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin cepat, industri keuangan syariah menghadapi tantangan sekaligus peluang besar. Generasi muda kini tidak hanya mencari kemudahan transaksi, tetapi juga menginginkan produk dan layanan yang sejalan dengan nilai yang mereka yakini. Kondisi ini mendorong lembaga keuangan untuk membangun hubungan yang lebih personal dan relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Kolaborasi dengan Masjid Istiqlal juga menjadi simbol sinergi antara sektor keuangan dan institusi sosial-keagamaan dalam memperkuat pembangunan yang inklusif. Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA menilai bahwa masjid di era modern memiliki peran yang lebih luas sebagai pusat pemberdayaan umat, termasuk dalam meningkatkan literasi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Dari perspektif sosial langkah ini menunjukkan semakin kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penciptaan dampak sosial yang lebih luas melalui peningkatan akses terhadap layanan keuangan yang aman, mudahdan sesuai prinsip syariah.
Dalam kesempatan yang sama BCA Syariah juga memperkenalkan program “Rumah Sahabat” sebagai inisiatif penguatan literasi dan inklusi keuangan. Program tersebut diharapkan menjadi ruang kolaboratif yang mendekatkan masyarakat dengan edukasi finansial sekaligus memperkuat pemberdayaan komunitas.
Menariknya, pendekatan komunikasi BCA Syariah kali ini turut melibatkan dunia kreatif melalui diskusi mengenai video kampanye “Sahabat Berkahmu” bersama desainer Ivan Gunawan dan sutradara Fico Loygara. Kehadiran figur publik dan pelaku industri kreatif mencerminkan tren baru dalam komunikasi sektor keuangan yang semakin mengandalkan kekuatan storytelling untuk menyampaikan pesan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Dari sisi kebijakan dan pembangunan nasional, upaya peningkatan inklusi keuangan syariah sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah Indonesia. Dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah global, namun hal tersebut memerlukan kolaborasi erat antara sektor perbankan, institusi keagamaan, pelaku usaha dan masyarakat.
Melalui semangat “Sahabat Berkahmu”, BCA Syariah ingin menunjukkan bahwa layanan keuangan tidak lagi hanya berbicara tentang transaksi dan angka, melainkan juga tentang membangun hubungan, menciptakan manfaat dan menghadirkan keberkahan yang dapat dirasakan bersama. Di tengah perubahan gaya hidup dan dinamika ekonomi yang terus berkembang, pendekatan inilah yang semakin relevan bagi masyarakat Indonesia masa kini. ***



Post Comment
You must be logged in to post a comment.