Rangkaian Busana Syifa Hadju dari Sakral hingga Glamor

puanpertiwi.com – Rangkaian pernikahan Syifa Hadju menjadi sorotan bukan hanya karena nuansa sakral dan hangatnya, tetapi juga transformasi gaya busana yang memadukan tradisi, romansa klasik, hingga kemewahan modern di setiap prosesi.

Pada momen pengajian dan siraman, Syifa tampil lembut dalam balutan kebaya rancangan Didiet Maulana. Ia secara khusus mengusung konsep yang terinspirasi dari era Regency ala “Bridgerton”, namun tetap berpijak pada akar tradisi Indonesia. Palet pastel biru langit menghadirkan kesan dreamy sekaligus anggun, diperkuat dengan detail ronce melati yang dipadukan kristal—menciptakan harmoni antara kesucian tradisi dan sentuhan modern. Riasan natural karya Marlene Hariman semakin menegaskan aura segar dan graceful di momen sakral tersebut.

Memasuki akad nikah, tampilan Syifa bertransformasi menjadi lebih klasik dan khidmat lewat kebaya putih rancangan Vera Anggraini. Mengusung siluet kutubaru, desain ini merepresentasikan keanggunan perempuan Jawa yang timeless. Material mewah seperti lace, lace mix tulle, aksen 3D, hingga kulit sintetis diolah menjadi tekstur kaya namun tetap halus dipandang. Kebaya ini disebut sebagai “kebaya impian” yang telah dipersiapkan sejak akhir 2025—menjadi simbol perjalanan cinta yang sakral. Sentuhan riasan dari Bennu Sorumba menghadirkan tampilan pengantin Jawa klasik yang “manglingi”, memancarkan pesona berbeda dari Syifa.

Puncak kemewahan hadir di resepsi, saat Syifa menjelma bak putri kerajaan dalam gaun couture karya Tex Saverio. Gaun strapless berwarna ivory hingga champagne gold ini dirancang dengan konstruksi korset yang membentuk siluet tubuh secara elegan. Taburan payet, kristal, dan manik-manik yang rumit berpadu dengan ekor gaun panjang (train), menciptakan kesan dramatis sekaligus megah di pelaminan. Riasan glam dari duo Eva Lovira dan Rury Padwamenyempurnakan tampilan “real princess” yang memikat.

Tak hanya Syifa, penampilan El Rumi juga melengkapi estetika resepsi dengan setelan jas rancangan Jonathan Wongsoyang clean dan elegan bergaya internasional. Seluruh rangkaian tampilan ini semakin utuh dengan sentuhan hairdo dari Iwan Taufik yang menyesuaikan karakter tiap prosesi.

Dari nuansa romantis ala Regency, sakralnya adat Jawa, hingga kemewahan bak kerajaan modern, pilihan busana Syifa Hadju menghadirkan narasi utuh tentang perjalanan cinta—diterjemahkan lewat detail, filosofi, dan keindahan yang tak lekang oleh waktu. ***

Post Comment