Pomelo Angkat Kisah Perempuan Modern Lewat Fashion Show yang Dekat dengan Kehidupan Nyata

puanpertiwi.com – Bagi banyak perempuan, satu hari sering kali terasa seperti menjalani beberapa kehidupan sekaligus. Pagi dimulai dengan rapat dan pekerjaan, siang berpindah ke berbagai aktivitas produktif, lalu malam diisi dengan pertemuan sosial, waktu bersama keluarga, atau sekadar menikmati me time.

Di tengah ritme kehidupan yang serba dinamis tersebut, kebutuhan akan busana yang mampu mengikuti berbagai peran semakin menjadi bagian penting dari gaya hidup perempuan urban masa kini.

Fenomena itulah yang diangkat Pomelo melalui “9 to Verse”, sebuah fashion show imersif yang digelar di Pomelo Central Park, Jakarta. Berbeda dari peragaan busana konvensional yang identik dengan runway dan koleksi musiman, acara ini menghadirkan pengalaman yang lebih personal dengan menampilkan cerita keseharian perempuan modern.

Melalui delapan karakter perempuan dengan profesi dan latar belakang yang berbeda, Pomelo mencoba menggambarkan bagaimana perempuan menjalani beragam peran dalam satu hari. Mulai dari profesional muda, entrepreneur, hingga sosok kreatif yang harus berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain tanpa kehilangan identitas dirinya.

Head of Pomelo Indonesia, Michelle Mangindaan, mengatakan bahwa konsep tersebut lahir dari realitas yang dihadapi banyak perempuan setiap hari.

“9 to Verse bukan sekadar fashion show. Ini adalah cara kami menunjukkan bagaimana Pomelo hadir dalam kehidupan nyata perempuan Indonesia. Apa pun peran yang mereka jalani hari ini, kami ingin koleksi Verse by Pomelo ada di sana, mengalir bersama cerita mereka,” ujarnya.

Melalui acara tersebut, Pomelo sekaligus memperkenalkan koleksi terbaru dari Verse Collection, lini premium yang dirancang untuk menemani perempuan dalam berbagai situasi tanpa harus berganti penampilan secara total.

Marketing Manager Pomelo Indonesia, Jessica Kiunnedy, menjelaskan bahwa koleksi tersebut dibuat untuk menjawab kebutuhan perempuan yang menjalani banyak peran dalam waktu yang bersamaan.

“Verse Collection hadir untuk perempuan yang menjalani banyak peran dalam satu hari. Koleksi ini kami rancang agar bisa mengalir mengikuti setiap momen, dari tampilan profesional di siang hari hingga gaya yang lebih elegan di malam hari,” katanya.

Tak hanya menampilkan koleksi busana, acara ini juga menghadirkan pengalaman yang lebih menyeluruh melalui berbagai aktivitas interaktif, mulai dari coffee experience hingga layanan hair styling yang memungkinkan para tamu merasakan langsung gaya hidup yang ingin dihadirkan Pomelo.

Menariknya, di balik perayaan fashion tersebut, Pomelo juga membawa pesan yang lebih luas tentang keberlanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, perusahaan memperkenalkan kampanye “Share The Style”, sebuah inisiatif yang mengajak masyarakat memperpanjang siklus hidup pakaian melalui donasi dan daur ulang tekstil.

Bersama Cinta Laura Foundation dan Rantai Tekstil Lestari Indonesia, program ini berhasil mengumpulkan lebih dari 231 kilogram pakaian bekas hanya dalam satu bulan, melampaui target yang ditetapkan.

Sebagian pakaian yang masih layak pakai kemudian didonasikan kepada berbagai lembaga sosial, sementara sisanya diolah menjadi merchandise baru melalui proses daur ulang tekstil.

Bagi Pomelo, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengubah cara pandang terhadap fashion yang selama ini identik dengan konsumsi cepat dan tren yang terus berganti.

Michelle menilai bahwa fashion saat ini tidak hanya berbicara tentang apa yang dikenakan seseorang, tetapi juga dampak yang ditinggalkan setelahnya.

“Melalui Verse by Pomelo, kami ingin menghadirkan fashion yang stylish dan versatile untuk berbagai momen dalam kehidupan sehari-hari. Namun melalui Share The Style, kami ingin melangkah lebih jauh dan mengajak pelanggan menjadi bagian dari gerakan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Di tengah berkembangnya kesadaran akan keberlanjutan, pesan tersebut menjadi semakin relevan. Sebab bagi banyak perempuan modern, tampil stylish kini tidak lagi hanya soal mengikuti tren, tetapi juga tentang membuat pilihan yang lebih bijak dan bertanggung jawab.

Melalui 9 to Verse, Pomelo mencoba menunjukkan bahwa fashion dapat menjadi ruang untuk bercerita tentang kehidupan nyata—tentang perempuan yang terus bergerak, beradaptasi, dan menjalani berbagai peran setiap hari, tanpa harus kehilangan dirinya sendiri. ***

Post Comment