AceKid Hadir Bawa Tiga Pendekatan Baru dalam Nutrisi Anak, dari Sumber Susu hingga Komposisi Transparan

puanpertiwi.com – Memilih susu atau produk nutrisi anak kini tak lagi sekadar melihat kandungan DHA, Omega-3, atau sederet klaim yang tertera di bagian depan kemasan. Seiring meningkatnya kesadaran orang tua terhadap kesehatan anak, perhatian mulai bergeser ke pertanyaan yang lebih mendasar: dari mana bahan bakunya berasal, bagaimana proses produksinya, dan apa saja yang sebenarnya terkandung di dalamnya?

Perubahan cara pandang ini muncul di tengah berbagai tantangan kesehatan anak yang masih dihadapi Indonesia, mulai dari stunting, karies gigi, hingga risiko obesitas. Di saat yang sama, orang tua juga semakin kritis dalam mencari informasi mengenai produk yang dikonsumsi anak setiap hari.

Tren tersebut menjadi salah satu alasan di balik peluncuran AceKid oleh FEIHE International bersama MAKUKU di Indonesia. Produk nutrisi anak ini diperkenalkan dengan tiga pendekatan utama yang menitikberatkan pada transparansi dan kualitas bahan baku.

Pendekatan pertama adalah penggunaan natural whole milk atau susu segar sebagai bahan dasar utama yang berasal dari sumber yang dapat ditelusuri. Bagi banyak orang tua, mengetahui asal-usul bahan baku menjadi semakin penting karena berkaitan dengan kualitas dan keamanan produk yang dikonsumsi anak.

Pendekatan kedua terletak pada proses produksi yang disebut one-step fresh. Melalui sistem ini, kualitas bahan baku diupayakan tetap terjaga sejak proses awal hingga menjadi produk yang diterima konsumen. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kualitas pangan, proses produksi kini menjadi aspek yang mulai diperhatikan selain kandungan nutrisi itu sendiri.

Sementara pendekatan ketiga berfokus pada formulasi yang lebih sederhana. AceKid dikembangkan tanpa tambahan sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, maupun perisa sintetik. Langkah ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran sebagian orang tua untuk lebih memperhatikan jumlah gula tambahan dan bahan tambahan lain dalam asupan harian anak.

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia sekaligus Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial FKUI-RSCM, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), menilai bahwa pemahaman terhadap komposisi produk menjadi hal yang semakin penting.

“Orang tua perlu lebih kritis dalam membaca label dan memahami komposisi produk nutrisi anak. Selama ini banyak yang fokus pada kandungan tambahan seperti DHA, Omega-3, dan Omega-6, padahal komposisi utama juga penting untuk dipahami. Kandungan yang tercantum pertama dalam urutan komposisi menunjukkan komponen terbesar dalam suatu produk,” jelasnya.

Menurut dr. Rini, selain komposisi utama, kualitas sumber bahan, proses produksi, serta ada atau tidaknya tambahan gula dan pemanis tertentu juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan sebelum memilih produk nutrisi anak.

Pendiri dan CEO FEIHE International, Leng Youbin, mengatakan bahwa transparansi menjadi salah satu kebutuhan yang semakin dicari oleh orang tua masa kini.

“Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi AceKid karena kami percaya setiap anak berhak mendapatkan nutrisi yang lebih baik. Kami ingin menghadirkan pilihan yang tidak hanya mengedepankan kualitas produk, tetapi juga transparansi komposisi, sumber bahan baku, dan edukasi yang bertanggung jawab bagi keluarga Indonesia,” ujarnya.

Tren memilih nutrisi anak tampaknya mulai memasuki babak baru. Jika dulu orang tua lebih banyak bertanya tentang kandungan tambahan yang ada di dalam produk, kini semakin banyak yang ingin mengetahui cerita lengkap di balik produk tersebut, mulai dari asal susu, proses pembuatannya, hingga komposisi yang benar-benar dikonsumsi anak setiap hari. ***

Post Comment