Membaca Label Susu Formula dengan Cermat, Langkah Sederhana Orang Tua Cegah Masalah Gizi Anak
puanpertiwi.com – Di tengah maraknya pilihan susu dan produk nutrisi anak, banyak orang tua masih fokus pada kandungan tambahan seperti DHA, Omega-3, atau Omega-6 saat memilih produk untuk si kecil. Padahal, menurut para ahli, ada hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan, yakni komposisi utama, kualitas bahan baku, hingga proses produksi yang digunakan.
Kesadaran inilah yang mulai didorong oleh berbagai pihak di tengah masih adanya tantangan kesehatan anak di Indonesia, mulai dari stunting, karies gigi, hingga meningkatnya risiko obesitas pada anak. Bagi orang tua, memahami apa yang sebenarnya terkandung dalam produk yang dikonsumsi anak menjadi langkah awal untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal.
Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia sekaligus Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial FKUI-RSCM, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), menilai orang tua perlu lebih kritis saat membaca label nutrisi.
“Orang tua perlu lebih kritis dalam membaca label dan memahami komposisi produk nutrisi anak. Selama ini banyak orang tua cenderung fokus pada kandungan tambahan seperti DHA, Omega-3, atau Omega-6, padahal komposisi utama juga sangat penting untuk dipahami. Kandungan yang tercantum pertama dalam urutan komposisi menunjukkan komponen terbesar dalam suatu produk,” ujarnya.
Menurut dr. Rini, kualitas sumber bahan, proses produksi, serta ada atau tidaknya tambahan gula dan pemanis tertentu juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan sebelum menentukan pilihan nutrisi untuk anak.
Pesan serupa menjadi latar belakang peluncuran AceKid di Indonesia melalui kolaborasi FEIHE International dan MAKUKU. Produk nutrisi anak ini diperkenalkan dengan mengusung transparansi komposisi, sumber bahan baku yang dapat ditelusuri, serta proses produksi yang diklaim menjaga kesegaran bahan sejak awal.

Dalam peluncurannya, Minggu, (7/6), di Hotel Kempinski, Pendiri dan CEO FEIHE International, Leng Youbin, mengatakan bahwa selama dua dekade terakhir industri susu global mengalami perubahan besar menuju penggunaan susu segar sebagai standar baru.
“Dalam 20 tahun terakhir, industri susu di negara-negara Barat dan Tiongkok mengalami perubahan yang cukup besar, di mana susu bubuk segar menjadi standar baru dalam industri. FEIHE bukan hanya menjadi bagian dari perubahan tersebut, tetapi juga salah satu pihak yang mendorong perubahan itu. Dari sinilah muncul harapan untuk menghadirkan nutrisi yang lebih segar bagi anak-anak, dan Indonesia menjadi salah satu negara tujuan utama kami,” kata Leng.
Di balik inovasi produk, peluncuran AceKid juga membawa pesan lain yang menarik bagi dunia parenting: pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.
Hal ini terlihat dari penunjukan dua figur publik laki-laki, Denny Sumargo dan Arnold Poernomo, sebagai brand ambassador. Langkah tersebut bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan cerminan perubahan pola pengasuhan yang kini semakin kolaboratif antara ayah dan ibu.
CEO AceKid Indonesia, Ivan Lau, mengatakan bahwa konsep parenting modern telah mengubah cara keluarga membagi peran dalam mengasuh anak.
“Dulu kita percaya tugas ayah adalah mencari nafkah, sementara ibu mengurus anak dan rumah tangga. Namun dalam parenting modern, peran tersebut semakin berbaur dan saling melengkapi. Ayah masa kini tidak hanya bekerja, tetapi juga ikut mengganti popok, memilih produk yang tepat untuk anak, hingga terlibat dalam berbagai keputusan terkait tumbuh kembang mereka,” ujarnya.
Menurut Ivan, mengasuh anak bukan lagi perjalanan yang dijalani ibu seorang diri.
“Parenting adalah kerja sama. Bukan lagi soal siapa mengerjakan apa, melainkan bagaimana ayah dan ibu melakukannya bersama-sama,” katanya.
Pandangan tersebut sejalan dengan tren keluarga muda saat ini yang semakin aktif mencari informasi mengenai kesehatan dan nutrisi anak. Bukan hanya ibu, ayah juga mulai mengambil peran dalam memilih produk, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, hingga memantau perkembangan tumbuh kembang buah hati.
Di tengah derasnya informasi yang beredar, para ahli mengingatkan bahwa orang tua tidak perlu terpaku pada klaim yang paling mencolok di kemasan. Memahami komposisi secara menyeluruh, mengetahui asal bahan baku, serta memastikan produk sesuai dengan kebutuhan anak merupakan langkah yang jauh lebih penting. ***



Post Comment
You must be logged in to post a comment.