Anak Rewel Bukan Selalu Soal Mood, Bisa Jadi Sinyal dari Pencernaan

puanpertiwi.com – Banyak orang tua menganggap anak yang mudah rewel, sulit makan, atau sering terbangun di malam hari hanya sedang berada dalam fase tertentu. Namun, di balik perilaku tersebut, bisa jadi ada satu hal yang luput diperhatikan: kesehatan pencernaan.

Pesan inilah yang diangkat LACTOGROW melalui peluncuran LACTOGROW Digestion Expert Lab, sebuah pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami hubungan antara pencernaan sehat dan tumbuh kembang anak. Program ini digelar di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, pada 5–7 Juni 2026 dan akan hadir di Transmart Makassar pada 26–28 Juni 2026.

Pencernaan sering kali hanya dikaitkan dengan masalah buang air besar. Padahal, fungsinya jauh lebih luas. Sistem pencernaan yang sehat membantu tubuh menyerap nutrisi secara optimal, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap nafsu makan, kualitas tidur, hingga suasana hati anak sehari-hari.

Dokter Spesialis Anak dr. Miza Afrizal Azwir, Sp.A., BMedSci., M.Kes., menjelaskan bahwa beberapa perilaku yang kerap dianggap biasa ternyata dapat menjadi tanda pencernaan yang kurang nyaman.

“Dalam praktik saya, tanda-tanda seperti anak yang lebih rewel, nempel terus, kurang nafsu makan, atau tidur yang tidak nyenyak bisa berkaitan dengan pencernaannya yang tidak nyaman dan kurang optimal. Menjaga pencernaan sehat anak setiap hari menjadi penting agar gizi yang dikonsumsi dapat terserap dengan optimal untuk mendukung tumbuh kembangnya,” ujar dr. Miza.

Pentingnya perhatian terhadap kesehatan pencernaan semakin relevan mengingat tantangan yang dihadapi anak-anak di seluruh dunia. Tinjauan ilmiah internasional menunjukkan sekitar satu dari lima anak berusia di bawah empat tahun mengalami gangguan pencernaan fungsional, kondisi yang dapat memengaruhi kenyamanan dan aktivitas sehari-hari.

Menurut dr. Miza, salah satu langkah yang dapat dilakukan orang tua adalah memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang tepat, beragam, dan seimbang, termasuk probiotik. Namun, ia mengingatkan bahwa manfaat probiotik berbeda-beda tergantung jenisnya.

“Salah satu jenis yang paling banyak diteliti secara klinis untuk pencernaan anak adalah L. reuteri, yang telah diteliti dalam lebih dari 290 publikasi klinis melibatkan sekitar 25.000 individu dari berbagai kelompok usia. Berbagai penelitian ini menunjukkan bahwa L. reuteri terbukti klinis dapat bekerja di seluruh saluran pencernaan, membantu menjaga keseimbangan mikrobiota dan mendukung kenyamanan pencernaan untuk penyerapan gizi yang optimal,”jelasnya.

Melihat masih banyak orang tua yang belum memahami tanda-tanda pencernaan kurang optimal, LACTOGROW menghadirkan Digestion Expert Lab sebagai ruang belajar yang dikemas lebih menyenangkan bagi keluarga. Melalui teknologi interaktif, zona eksplorasi, hingga sesi diskusi dengan dokter spesialis anak, orang tua diajak memahami pencernaan dari perspektif yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Category Marketing Manager PT Nestlé Indonesia, Vera Gozali, mengatakan bahwa edukasi mengenai pencernaan sehat merupakan bagian dari upaya mendukung orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

“Sebagai bagian dari Nestlé yang memiliki pengalaman lebih dari 160 tahun di bidang gizi, LACTOGROW — satu-satunya susu pertumbuhan di Indonesia dengan L. reuteri di bawah lisensi BioGaia dan 0g sukrosa — ingin mendampingi Moms dalam memahami peran penting pencernaan sehat bagi tumbuh kembang Si Kecil. Melalui LACTOGROW Digestion Expert Lab dan fitur digital terbaru Digestion Poop Check, kami menghadirkan edukasi pencernaan yang interaktif, mudah dipahami, dan dekat dengan keseharian,” ujar Vera.

Ia menambahkan bahwa kesadaran orang tua terhadap pemilihan nutrisi anak kini semakin meningkat.

“Orang tua saat ini semakin teliti dan kritis dalam memilih asupan gizi untuk anak mereka, dan itu hal yang positif. LACTOGROW hadir sebagai pilihan gizi harian untuk mendukung pencernaan sehat anak, dengan formulasi 0g sukrosa dan tentunya sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang. Ini karena tumbuh kembang optimal Si Kecil dimulai dari pencernaan sehatnya — sekarang,” tambahnya.

Pengalaman serupa dirasakan penyanyi sekaligus ibu muda, Anggi Marito. Ibu dari seorang anak yang kini hampir berusia dua tahun itu mengaku mulai memahami bahwa perubahan perilaku anak tidak selalu sekadar fase pertumbuhan.

“Sebagai ibu, saya belajar bahwa pencernaan sehat itu penting banget untuk tumbuh kembang anak. Dulu saya pikir anak rewel atau kurang nafsu makan itu hal biasa, tapi ternyata itu bisa berkaitan dengan pencernaan. Saya pribadi sudah sering mendengar tentang probiotik L. reuteri dari BioGaia, baik dari sesama ibu maupun dari dokter anak. Jadi waktu saya tahu LACTOGROW mengandung L. reuteri yang sama dari BioGaia dan tanpa sukrosa, saya merasa ini pilihan yang tepat sebagai bagian dari gizi harian anak saya. Sebagai ibu, hal ini membuat saya lebih tenang,” tuturnya.

Di tengah banyaknya informasi seputar parenting, kesehatan pencernaan menjadi salah satu fondasi yang sering terabaikan. Padahal, dari perut yang nyaman, anak dapat makan lebih baik, tidur lebih nyenyak, dan menjalani hari-harinya dengan lebih ceria. Bagi orang tua, memahami sinyal-sinyal sederhana dari tubuh anak bisa menjadi langkah awal untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal sejak dini. ***

Post Comment