Dari Kulit hingga Sendi, Kolagen Kian Dilirik di Tengah Tren Hidup Sehat
puanpertiwi.com – Di tengah tren gaya hidup aktif dan obsesi kulit glowing, kolagen kini tak lagi sekadar dikaitkan dengan urusan kecantikan. Belakangan, semakin banyak orang mulai menyadari bahwa menjaga kesehatan kulit ternyata tak cukup hanya dari skincare, tetapi juga perlu didukung dari dalam tubuh.
Kesadaran inilah yang turut mendorong hadirnya inovasi baru dari Bear Brand melalui peluncuran BEAR BRAND Collagen & Vitamin C di Jakarta, Selasa (26/5). Produk susu steril murni ini mengandung kolagen dan Vitamin C yang diklaim dapat membantu menjaga kesehatan kulit sekaligus mendukung kesehatan tulang dan sendi.
Dalam sesi diskusi peluncuran, Dermatologist dr. Danar Wicaksono menyoroti perubahan cara pandang masyarakat terhadap perawatan kulit. Menurutnya, beberapa tahun terakhir banyak orang terlalu fokus pada perawatan dari luar, padahal kondisi kulit juga dipengaruhi oleh nutrisi dari dalam tubuh.
“Kalau tubuh sehat, pasti akan terpancar dari kulit yang sehat. Jadi jangan lupa istirahat cukup, olahraga teratur, dan penuhi kebutuhan nutrisi harian,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sekitar 70 persen struktur kulit terdiri dari kolagen, protein penting yang membantu menjaga elastisitas dan kelembapan kulit. Sayangnya, produksi kolagen alami mulai menurun sejak usia pertengahan 20-an dan berkurang lebih cepat setelah usia 30 tahun.
Tak hanya soal kulit, kolagen juga disebut memiliki peran penting untuk menjaga kesehatan sendi dan tulang, terutama di tengah meningkatnya tren olahraga dan aktivitas fisik. Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi dr. Adrian Setiajimenjelaskan bahwa gaya hidup aktif ternyata sangat berkaitan dengan produksi kolagen dalam tubuh.
Menurutnya, olahraga aerobik membantu memperlancar sirkulasi oksigen ke sel tubuh, sementara latihan beban dapat merangsang sintesis protein, termasuk kolagen. Sementara itu, tidur yang cukup menjadi fase penting karena tubuh melepaskan growth hormone yang turut membantu stimulasi produksi kolagen.
“Kelihatannya simpel, tapi dampaknya besar sekali kalau dilakukan konsisten,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa kesehatan sendi kini tak lagi menjadi persoalan usia lanjut. Kasus gangguan sendi degeneratif mulai banyak ditemukan pada usia muda akibat kombinasi gaya hidup, kurangnya nutrisi, hingga minimnya pemulihan tubuh.
Pesan serupa disampaikan Brand Ambassador Raline Shah yang menilai kesehatan merupakan investasi jangka panjang. Baginya, menjaga tubuh tetap sehat bukan semata soal penampilan, melainkan agar tubuh tetap prima menjalani aktivitas sehari-hari.
“Health is wealth, kesehatan adalah investasi yang paling berharga,” ujar Raline.
Di tengah rutinitas yang makin padat, tren self-care pun kini mulai bergeser. Tidak hanya fokus pada tampilan luar, tetapi juga bagaimana tubuh mendapatkan nutrisi, istirahat, hingga recovery yang cukup agar tetap sehat secara menyeluruh.
Business Executive Officer Adult Dairy & Food Nestlé Indonesia Johanlie Aliffin pun mengingatkan bahwa menjaga kesehatan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan konsisten.
“Kesehatan adalah investasi dan yang paling bagus adalah mulai dari diri sendiri,” tutupnya. ***



Post Comment
You must be logged in to post a comment.