Batik Danar Hadi Hadirkan ‘Prabhā Kartini’. Saat Heritage Bertemu High Fashion
puanpertiwi.com – Semangat R. A. Kartini kembali diterjemahkan dalam bahasa mode yang lebih kontemporer. Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Batik Danar Hadi berkolaborasi dengan Perhimpunan Kebayaku menghadirkan trunk show bertajuk “Prabhā Kartini: Dari Warisan ke Masa Depan” di Rumah Batik Danar Hadi Melawai pada Kamis, 30 Mei 2026.
Lebih dari sekadar peragaan busana, “Prabhā Kartini” menjadi sebuah interpretasi baru tentang bagaimana warisan budaya bisa tampil dalam wajah high fashion tanpa kehilangan akarnya. Kata Prabhā sendiri berarti cahaya lembut dalam bahasa Sanskerta, menjadi benang merah koleksi ini: merepresentasikan pemikiran Kartini yang tidak pernah redup, namun terus menginspirasi lintas generasi.
Melalui koleksi terbarunya, Batik Danar Hadi menghadirkan eksplorasi motif klasik seperti parang, kawung, dan ceplok yang dipadukan dalam komposisi floral. Bunga dipilih bukan sekadar elemen estetika, melainkan simbol mekarnya semangat perempuan Indonesia yang beragam, dinamis, namun tetap harmonis dalam satu kesatuan visual yang elegan. Siluet kebaya pun diolah lebih modern, menghadirkan garis yang lebih ringan, fleksibel, dan relevan dengan gaya hidup masa kini.
Menurut Diana Santosa, Managing Director Batik Danar Hadi, koleksi ini merupakan bentuk penghormatan sekaligus evolusi. Batik, baginya, bukan hanya kain pusaka, melainkan medium ekspresi yang terus berkembang mengikuti zaman.
“Kami ingin menunjukkan bahwa batik bisa hadir sebagai bagian dari gaya hidup modern, tanpa kehilangan nilai dan filosofi yang melekat di dalamnya,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Nunun Daradjatun dari Perhimpunan Kebayaku, yang menegaskan bahwa kebaya tetap menjadi simbol identitas perempuan Indonesia. Dalam konteks fashion saat ini, kebaya tidak lagi sekadar busana tradisional, melainkan pernyataan gaya yang memadukan keanggunan, kelembutan, sekaligus kekuatan.

Atmosfer high fashion semakin terasa lewat kolaborasi lintas industri yang turut menghidupkan panggung. Mulai dari sentuhan kebaya modern dari Roemah Kebaya Vielga, kilau perhiasan dari Manjusha Nusantara dan MannaQueen, hingga riasan dari Mustika Ratu yang mempertegas karakter setiap tampilan di runway.
Tak hanya itu, deretan muse lintas generasi seperti Marini Soemarno, Widyawati Sophan, Ingrid Kansil, hingga Marini Zumarnis turut memperkuat narasi bahwa semangat Kartini hidup dalam setiap fase kehidupan perempuan. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa gaya tidak mengenal usia—dan warisan budaya bisa dikenakan dengan cara yang selalu relevan.
Melalui “Prabhā Kartini”, Batik Danar Hadi menghadirkan lebih dari sekadar koleksi. Ia menjadi pernyataan bahwa ketika heritage dipadukan dengan sentuhan high fashion, lahirlah identitas baru yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga sarat makna—mewakili perempuan Indonesia yang berakar kuat, namun melangkah pasti menuju masa depan. ***



Post Comment
You must be logged in to post a comment.