Perempuan Indonesia Siap Melangkah Lebih Jauh Lewat Gerakan Harmoni Perempuan
puanpertiwi.com – Di tengah tekanan ekonomi global dan tuntutan pertumbuhan yang lebih inklusif, peran perempuan di Indonesia masih menyimpan potensi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 menunjukkan tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan berada di kisaran 54,4%, jauh tertinggal dibandingkan laki-laki yang telah menembus angka lebih dari 80%.
Ironisnya, perempuan justru mendominasi sekitar 64% pelaku usaha mikro—sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Namun, kontribusi tersebut masih terkonsentrasi pada skala kecil dan belum banyak terakselerasi ke posisi kepemimpinan maupun sektor bernilai tambah tinggi.
Lebih dari satu abad setelah Raden Ajeng Kartini menyuarakan emansipasi, tantangan perempuan Indonesia kini tidak lagi sebatas akses. Persoalan bergeser pada kesiapan, kepercayaan diri, serta ekosistem yang mampu mendorong perempuan untuk melangkah lebih jauh—bahkan memimpin.
Menjawab tantangan tersebut, Harmoni Perempuan menghadirkan inisiatif bertajuk “Bersuara, Bergerak, Berpengaruh” dalam momentum Hari Kartini 2026. Program ini menjadi upaya konkret untuk mempercepat kesiapan perempuan agar tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga berperan sebagai pengambil keputusan.
Kartini Coaching Week: Menemukan Suara dari Dalam Diri
Rangkaian program diawali dengan Kartini Coaching Week yang berlangsung secara daring pada 13–17 April 2026. Kegiatan ini menggandeng tujuh komunitas perempuan, di antaranya Mom Academy, Single Moms Indonesia, Ibu Punya Mimpi, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia – Banten, Ikapri Indonesia, Sisters In Soul, dan Komunitas Perempuan Ungu.
Ketua Program Harmoni Empowering Sisters, Adeline Chitranegara, menyebut program ini berhasil melibatkan lebih dari 50 perempuan dari berbagai latar belakang. “Inisiatif ini adalah ajakan bagi para perempuan untuk bersuara dan menemukan kembali suaranya lewat percakapan yang bermakna,” ujarnya.
Melalui pendekatan coaching, peserta diajak menggali potensi diri, membangun kejelasan arah, serta memperkuat kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan karier dan kepemimpinan.
Pengalaman peserta pun menunjukkan dampak reflektif yang mendalam. Salah satu peserta mengaku baru pertama kali mengikuti sesi coaching dan merasakan pendekatan yang berbeda dari konseling atau mentoring. Ia harus menemukan jawabannya sendiri melalui pertanyaan-pertanyaan sederhana namun menggugah.
Peserta lain menuturkan bahwa sesi tersebut membantunya memahami akar ketidakpercayaan diri yang selama ini memicu overthinking dan keraguan. Dari sana, ia mulai menyusun langkah konkret untuk membangun kepercayaan diri dan berani memulai.
Kumpul Kartini: Ruang Bertemu dan Bertumbuh
Rangkaian program ditutup dengan Kumpul Perempuan: Kartini Edition atau Kumpul Kartini pada 19 April 2026 di Jakarta. Acara ini menjadi ruang pertemuan bagi perempuan untuk berbagi pengalaman, membangun jejaring, sekaligus merayakan perjalanan mereka.
Dalam sesi tersebut, Lika Satvarini menekankan pentingnya kehadiran diri dalam membangun pengaruh. “Banyak perempuan memiliki kompetensi, tetapi belum sepenuhnya hadir dengan percaya diri. Own your presence adalah tentang berani menunjukkan diri secara utuh, sehingga orang lain dapat merasakan nilai yang kita bawa,” jelasnya.
Sementara itu, Founder Harmoni Perempuan, Lasya Miranti, menegaskan bahwa gerakan ini tidak berhenti pada perayaan Hari Kartini. Ia menyampaikan bahwa ke depan, Harmoni Perempuan akan memperluas jangkauan program melalui Harmoni Empowering Sisters ke kampus serta sekolah menengah.
“Kami ingin membuka akses group coaching bagi perempuan muda sebelum mereka memasuki dunia kerja. Semakin dini perempuan menemukan suaranya, semakin kuat ekosistem kepemimpinan perempuan di Indonesia,” ujarnya.
Membangun Ekosistem Kepemimpinan Perempuan
Sejak berdiri pada 2024, Harmoni Perempuan telah menjangkau lebih dari 1.000 perempuan melalui berbagai program seperti coaching, workshop, komunitas digital, hingga podcast “Cerita Kita, Kekuatan Kita.” Inisiatif ini turut didukung oleh Betadine Indonesia, Dotlab, dan Loop Institute of Coaching.
Melalui berbagai program tersebut, organisasi ini berupaya mendorong keterlibatan perempuan muda, memperluas akses pengembangan karier sejak dini, serta memperkuat kepemimpinan perempuan secara berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan Sustainable Development Goals poin kelima tentang kesetaraan gender, yang menekankan pentingnya partisipasi perempuan dalam pendidikan, dunia kerja, dan pengambilan keputusan.
Lebih dari sekadar perayaan, inisiatif ini menjadi pengingat bahwa perubahan tidak hanya lahir dari peluang, tetapi juga dari keberanian untuk bersuara, bergerak, dan mengambil peran. Harmoni Perempuan pun mengajak perempuan Indonesia untuk terus belajar, bertumbuh, dan menjadi bagian dari perubahan yang lebih inklusif. ***



Post Comment
You must be logged in to post a comment.