Cerita 5 Perempuan Inspiratif Menemukan Kekuatan di Panggung Kartini ParagonCorp

puanpertiwi.com – Momentum Hari Kartini tahun ini terasa berbeda di Wisma Habibie & Ainun. Di ruang yang sarat makna sejarah dan cinta, ParagonCorp menghadirkan diskusi bertajuk “Her Strength, Her Light: A Journey through Doubt, Growth, and Becoming”—sebuah refleksi jujur tentang perjalanan perempuan yang tak selalu mulus, namun penuh makna.

Dipandu oleh Marissa Anita, diskusi ini mempertemukan sosok-sosok perempuan inspiratif seperti Retno Marsudi, Susy Susanti, Nikita Willy, Nadia Habibie, serta Sari Chairunnisa. Mereka berbagi satu benang merah: kekuatan perempuan sering kali justru lahir dari rasa ragu yang diam-diam dipelihara.

Menurut dr. Sari Chairunnisa, keraguan adalah pengalaman yang hampir universal. “Berbagai studi menunjukkan bahwa mayoritas perempuan memiliki motivasi untuk berkembang, namun tidak semuanya memiliki tingkat kepercayaan diri yang cukup untuk melangkah. Sebagai contoh, riset Mestara (2025) menunjukkan bahwa 83% perempuan ingin berkembang, namun hanya sekitar 30% yang merasa cukup percaya diri untuk mengambil langkah tersebut,” ujarnya.

Ia melanjutkan dengan refleksi personal yang mengena, “Sering kali perempuan terlihat tenang dan mampu, tetapi di dalamnya tetap ada pertanyaan: apakah saya sudah cukup? Saya juga pernah berada di titik itu. Namun saya belajar bahwa keraguan bukan sesuatu yang harus dihilangkan, melainkan dihadapi dan justru dari situlah kita bertumbuh, sekaligus tetap rendah hati.”

Nada serupa juga disampaikan Retno Marsudi. Di balik ketegasan seorang diplomat, ia mengakui pertanyaan-pertanyaan kecil itu selalu hadir. “Pertanyaan ‘saya sudah cukup belum ya?’ atau ‘saya masih bisa lebih maju nggak ya?’ sering muncul di benak kita sebagai perempuan. Namun bagi saya, justru saat pertanyaan itu hadir, di situlah semangat saya tumbuh.”

Sementara itu, Susy Susanti mengingat kembali perjalanan panjangnya di dunia olahraga yang didominasi laki-laki. “Saya tumbuh di dunia yang didominasi laki-laki. Namun pesan untuk pantang menyerah menjadi kekuatan bagi saya untuk terus maju, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk membuka jalan bagi perempuan lain,” tuturnya.

Berbeda lagi dengan perspektif Nikita Willy yang hidup di bawah sorotan publik. Ia menekankan pentingnya kejujuran pada diri sendiri. “Hidup di ruang publik membuat kita sering dihadapkan pada ekspektasi dan penilaian orang lain. Namun di setiap fase kehidupan, saya belajar untuk tetap jujur pada diri sendiri dan konsisten dengan apa yang saya jalani.”

Melengkapi diskusi, Nadia Habibie mengingatkan bahwa setiap kesempatan datang dengan tanggung jawab. “Privilege bukan hanya tentang kesempatan, tetapi juga tanggung jawab bagaimana kita bisa memberi dampak bagi sekitar,” ujarnya.

Dari berbagai cerita tersebut, satu hal menjadi jelas: tidak ada perempuan yang benar-benar bertumbuh sendirian. Selalu ada ruang, dukungan, dan relasi yang menguatkan—the circle that holds her. Namun, tidak semua perempuan memiliki akses terhadap ruang aman tersebut.

Menjawab kebutuhan ini, ParagonCorp menghadirkan inisiatif Women’s Space, sebuah komunitas yang dirancang sebagai ruang aman bagi perempuan untuk belajar, bertumbuh, dan saling menguatkan. Sejak dimulai pada 2023, program ini telah menjangkau lebih dari 10.000 perempuan di berbagai kota, dengan lebih dari 1.000 peserta aktif yang terus berkembang bersama.

Tak berhenti sebagai ruang berbagi, Women’s Space kini melangkah lebih jauh dengan menghadirkan program mentorship. Berlandaskan empat pilar—Leading Self, Leading Systems, Leading Enterprise, dan Leading Narratives—program ini bertujuan mencetak perempuan pemimpin yang tidak hanya kuat secara individu, tetapi juga mampu menciptakan dampak luas.

Bagi ParagonCorp, semangat ini sederhana namun kuat: ketika satu perempuan bertumbuh, dampaknya tidak berhenti pada dirinya sendiri. Ia akan mengalir ke keluarga, komunitas, hingga generasi berikutnya.

Di tengah gema Hari Kartini, pesan itu terasa semakin relevan—bahwa di balik setiap keraguan, selalu ada cahaya yang menunggu untuk ditemukan. ***

Post Comment