Anak Terpaku Gadget? Gerakan ‘Gen Bening’ Ajak Orang Tua Bangun Kepercayaan Diri Anak Lewat Eksplorasi Nyata

puanpertiwi.com – Fenomena ketergantungan anak pada gawai (gadget) kini menjadi tantangan nyata bagi para orang tua. Merespons hal tersebut, sebuah pendekatan baru mulai digaungkan: tidak sekadar melarang penggunaan layar (screen time), tetapi aktif mengajak anak kembali bereksplorasi di dunia nyata. Semangat inilah yang diusung oleh Betadine Bening melalui gerakan “Gen Bening” (Generasi Berani Exploring).

Dalam acara Media & Community Gathering bertema “Eksplorasi Aktivitas Bocil Approved”, Betadine dari iNova Pharmaceuticals merangkul media, tenaga medis, dan komunitas untuk menciptakan ruang aman bagi anak agar berani mencoba hal baru. Inisiatif ini juga selaras dengan dukungan terhadap PP Tunas yang menekankan pentingnya keseimbangan antara stimulasi digital dengan pengalaman fisik serta sosial bagi tumbuh kembang anak.

“Selama lebih dari lima dekade, Betadine telah mendampingi keluarga Indonesia. Melalui Gen Bening, kami ingin mengajak semua pihak mengembalikan anak-anak ke dunia mereka yang sesungguhnya seperti dunia untuk berlari, bermain, dan bereksplorasi,” ujar Anastasya Ratu Chaerani, Brand Manager Wound Care iNova Pharmaceuticals Indonesia.

Anastasya menambahkan bahwa Gen Bening bukan sekadar kampanye merek, melainkan gerakan kolektif untuk membentuk mentalitas anak yang berani belajar dari pengalaman langsung. Di tengah gaya hidup modern, orang tua dituntut lebih kreatif dalam menghadirkan alternatif aktivitas yang bermakna bagi buah hati.

Pentingnya eksplorasi fisik juga ditegaskan oleh dr. Lucky Yogasatria, Sp.A. Menurutnya, pengalaman langsung seperti berlari dan bermain adalah kunci pembentukan karakter. “Saat anak mencoba hal baru, risiko jatuh atau mengalami luka ringan adalah bagian wajar dari proses belajar. Yang terpenting adalah kesiapan orang tua dalam memberikan respons dan perawatan yang tepat,” jelas dr. Lucky.

Ia juga menyoroti aspek kenyamanan dalam perawatan luka. Penggunaan antiseptik bening dengan kandungan Octenidine dan Allantoin dinilai efektif memberikan perlindungan tanpa rasa perih. Allantoin memiliki fungsi anti-inflamasi yang menjaga kelembapan kulit, sehingga proses penyembuhan lebih nyaman, bahkan untuk kulit sensitif dan bayi.

Menjawab kebutuhan tersebut, Betadine Bening hadir sebagai solusi praktis yang melindungi dari bakteri dan jamur sekaligus mempercepat pemulihan luka ringan. Dengan rasa aman ini, orang tua dapat membiarkan anak tetap aktif tanpa kekhawatiran berlebih.

Acara ini turut dimeriahkan dengan sesi interaktif bersama Mom Academy. Peserta diajak mendalami tiga zona utama; Explore, Challenge, dan Ready yang menggambarkan perjalanan eksplorasi anak sekaligus memberikan panduan bagi orang tua dalam mengelola kecemasan mereka. Dari sini lahir berbagai ide aktivitas “Bocil Approved” yang aplikatif, mulai dari permainan luar ruang hingga kreasi di rumah yang mendorong interaksi sosial.

Lebih dari sekadar trend pengasuhan, gerakan ini mencerminkan pergeseran gaya hidup masyarakat urban yang mulai melihat aktivitas fisik sebagai investasi jangka panjang bagi kesehatan mental dan sosial anak. Betadine Bening meyakini bahwa membangun generasi yang sehat dan percaya diri memerlukan kolaborasi lintas pihak, mulai dari keluarga hingga sektor swasta.

Gerakan Gen Bening menjadi pengingat bahwa anak-anak tidak membutuhkan dunia yang sempurna tanpa cela; mereka hanya membutuhkan ruang dan kesempatan untuk mencoba. Solusi terbaik menghadapi era digital bukanlah menjauhkan mereka dari teknologi, melainkan mengajak mereka kembali merayakan serunya dunia nyata. ***

Post Comment