Ketombe Bisa Berulang Jika Salah Penanganan, Ini Penjelasan Dokter dan Inovasi Lavojoy

puanpertiwi.com – Di tengah ritme hidup masyarakat urban yang semakin dinamis, persoalan sederhana seperti ketombe kerap luput dari perhatian. Padahal, di balik serpihan kecil yang sering dianggap sepele, tersimpan dampak yang lebih luas, mulai dari rasa tidak nyaman, gangguan aktivitas, hingga menurunnya kepercayaan diri.

Dalam konteks inilah, lavojoy meluncurkan rangkaian Flakes Off My Crown Series melalui acara Reclaim Your Crown: From Flakes to Freedom di Habitate, Jakarta pada 15 April 2026, sekaligus membuka ruang diskusi tentang pentingnya kesehatan kulit kepala secara lebih komprehensif.

Peluncuran ini tidak hanya memperkenalkan produk baru, tetapi juga mengangkat isu yang selama ini sering berada di “area abu-abu” perawatan diri. Ketombe, yang kerap dianggap sekadar masalah kebersihan, ternyata memiliki akar persoalan yang jauh lebih kompleks. Perspektif ini diperkuat oleh dokter Devina Ciayadi yang menekankan bahwa ketombe merupakan kondisi umum yang dialami banyak orang di dunia.

“Setidaknya 10% populasi pernah mengalami ketombe, bahkan bisa lebih jika kasus ringan ikut dihitung. Namun yang sering terjadi, orang tidak benar-benar memahami penyebabnya,” jelas dokter yang akrab disapa dok Dev.

Menurutnya, ketombe bukan semata-mata akibat kurang menjaga kebersihan, melainkan berkaitan erat dengan ketidakseimbangan kondisi kulit kepala. Jamur alami yang memang sudah ada di kulit kepala dapat berkembang berlebihan ketika lingkungan scalp menjadi tidak sehat. Di sinilah faktor eksternal memainkan peran besar—terutama di negara tropis seperti Indonesia.

Cuaca panas dan lembap, penggunaan helm saat berkendara, hingga kebiasaan berhijab dalam durasi panjang menciptakan kondisi tertutup yang meningkatkan kelembapan kulit kepala. Kondisi ini menjadi “lingkungan ideal” bagi pertumbuhan jamur penyebab ketombe. Tidak heran jika masalah ini sering muncul berulang, bahkan pada mereka yang merasa sudah rutin merawat rambut.

Lebih jauh, dr. Devina menyoroti kesalahan umum dalam penanganan ketombe: fokus berlebihan pada menghilangkan jamur, tanpa memperbaiki kondisi kulit kepala itu sendiri. “Kalau lingkungannya tidak diperbaiki, ketombe akan terus kambuh. Jadi pendekatannya harus menyeluruh, bukan hanya mengatasi gejalanya,” ujarnya.

Pendekatan menyeluruh ini mencakup beberapa aspek penting, mulai dari menjaga kebersihan kulit kepala, mengontrol produksi minyak, hingga memastikan kondisi scalp tidak terlalu kering. Produksi minyak yang berlebih dapat memperparah ketombe, namun kondisi yang terlalu kering pun berisiko menyebabkan iritasi dan memperburuk keadaan. Keseimbangan menjadi kunci utama.

Dalam konteks inilah, lavojoy menghadirkan Flakes Off My Crown Series dengan pendekatan “scalp-first”. Inovasi 2-in-1 Shampoo & Conditioner yang ditawarkan dirancang untuk menjawab kebutuhan praktis sekaligus memberikan perawatan yang lebih komprehensif. Tiga pilihan kadar Selenium Sulfide disesuaikan dengan tingkat keparahan ketombe, sementara kandungan seperti Salicylic Acid, Piroctone Olamine, hingga minyak alami membantu mengontrol minyak, mengangkat sel kulit mati, dan menjaga kesehatan scalp barrier.

Pendekatan ini menjadi relevan dengan kebutuhan masyarakat modern yang tidak hanya mencari solusi instan, tetapi juga perawatan berkelanjutan. Terlebih, ketombe tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga psikologis. Banyak orang menghindari pakaian berwarna gelap, merasa kurang percaya diri dalam interaksi sosial, hingga mengalami ketidaknyamanan sepanjang hari.

Melalui kampanye “Reclaim Your Crown”, peluncuran ini membawa narasi yang lebih luas: bahwa merawat kulit kepala adalah bagian dari merawat diri secara utuh. Bukan sekadar menghilangkan ketombe, tetapi juga mengembalikan kontrol, kenyamanan, dan rasa percaya diri.

Diskusi ini juga menegaskan satu hal penting, bahwa kesehatan rambut tidak bisa dilepaskan dari kesehatan kulit kepala. Dan di tengah gaya hidup yang terus bergerak cepat, memahami kebutuhan tubuh, sekecil apa pun, menjadi langkah awal untuk menjaga keseimbangan yang lebih besar: antara penampilan, kesehatan, dan rasa percaya diri.

Post Comment