Dokter Spesialis Anak Ingatkan Pentingnya Zat Besi Sejak Dini untuk Dukung Fokus dan Tumbuh Kembang
puanpertiwi.com – Memastikan tubuh tetap bugar dan otak bekerja optimal tak hanya soal istirahat cukup, tetapi juga kecukupan nutrisi—salah satunya zat besi. Dari perspektif medis, kekurangan zat besi masih menjadi persoalan kesehatan yang kerap luput dari perhatian, padahal dampaknya bisa memengaruhi konsentrasi hingga tumbuh kembang, terutama pada anak.
Dokter spesialis anak, dr. Lucky Yogasatria, Sp.A, menekankan bahwa zat besi memiliki peran krusial dalam pembentukan sel darah merah sekaligus mendukung fungsi kognitif seperti fokus dan kemampuan belajar. “Kebutuhan zat besi perlu diperhatikan sejak dini, mulai dari bayi hingga dewasa, terutama pada masa pertumbuhan, remaja, hingga kehamilan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada masa kehamilan, kecukupan zat besi menjadi sangat penting karena tidak hanya berdampak pada kesehatan ibu, tetapi juga menentukan cadangan zat besi pada bayi sejak lahir. Kekurangan zat besi pada fase ini berisiko memengaruhi perkembangan awal anak.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa masalah ini masih cukup besar. Berdasarkan data Survey Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi anemia pada anak usia 0–4 tahun mencapai 23,8%, sementara pada perempuan sebesar 18%. Secara global, World Health Organization mencatat sekitar 37% ibu hamil mengalami anemia. Sebagian besar kondisi ini dipicu oleh kekurangan zat besi.
Menurut dr. Lucky, pemenuhan zat besi idealnya berasal dari pola makan bergizi seimbang. Namun, dalam kondisi tertentu—seperti kebutuhan meningkat atau asupan yang kurang—suplementasi dapat menjadi solusi, tentunya dengan rekomendasi tenaga kesehatan.
“Saat ini tersedia berbagai pilihan suplemen zat besi oral dengan karakteristik yang lebih nyaman di saluran cerna dan dapat dikonsumsi bersama makanan,” ujarnya.
Sejalan dengan pentingnya edukasi ini, Combiphar melalui brand Maltofer menghadirkan kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pemenuhan zat besi di setiap tahap kehidupan. Kampanye tersebut diluncurkan pada Selasa, 14 April 2026 di Mayapada Tower 2, Jakarta.

Direktur Combiphar, Weitarsa Hendarto, menyebutkan bahwa kampanye ini bertujuan mendorong masyarakat agar lebih cermat dalam memenuhi kebutuhan zat besi, baik melalui pola makan maupun suplementasi.
Sementara itu, Debi Widianti menambahkan bahwa inovasi dalam suplementasi zat besi kini dirancang agar lebih mudah dikonsumsi dan minim efek samping, sehingga membantu meningkatkan kepatuhan penggunaan.
Melalui pendekatan edukatif yang melibatkan tenaga kesehatan, kampanye ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kecukupan zat besi sebagai bagian dari gaya hidup sehat. ***



Post Comment
You must be logged in to post a comment.