RAYA: Perayaan Wastra dan Gaya untuk Momen Penuh Kesucian

puanpertiwi.com – Ajang kolaboratif yang diinisiasi Tobatenun untuk koleksi Ramadan dan Idul Fitri 1447 H menjadi panggung istimewa bagi wastra Batak tampil dalam balutan gaya busana yang modern dan relevan.

Mengangkat kisah Abit Godang, warisan tekstil khas Angkola, Tapanuli Selatan, presentasi ini menyoroti kekayaan teknik, kedalaman rona, serta jejak akulturasi budaya yang melekat di setiap helainya.

Didedikasikan untuk merayakan momen suci yang sarat makna dan kekerabatan, Tobatenun kembali bersinergi dengan Sopo Del Tower lewat pertunjukan kolaboratif bertajuk RAYA.

Eksplorasi Tenun Batak dalam rupa busana kali ini diwujudkan melalui interpretasi kreatif para desainer, yakni Itang Yunasz, fbudi, Glashka, Shawl & Co, serta AMOTSYAMSURIMUDA.

Masing-masing menghadirkan tafsir estetika yang mempertemukan tradisi dan siluet kontemporer, sekaligus mempertegas posisi Abit Godang sebagai wastra yang tak hanya berakar kuat pada budaya, tetapi juga adaptif terhadap dinamika zaman.

Itang Yunasz, desainer senior yang dikenal sebagai pelopor busana muslim siap pakai retail di Indonesia, menerjemahkan Tenun Batak ke dalam baju muslim luxe, busana wanita siap pakai, serta pakaian pria.

Sementara itu, fbudi, label eksperimental besutan Felicia Budi, menghadirkan koleksi bernapas demi-couture yang menonjolkan pendekatan konseptual serta perhatian pada detail artistik.

Glashka, jenama yang digawangi Ega Augustia dan Sarah Sofyan, menampilkan busana feminin dengan sentuhan unik melalui pengerjaan bordir tangan.

Shawl & Co, label garapan Tria Adrian, Indira Tranggono, dan Astri Adrin, menyajikan busana mudah dipakai untuk keseharian dengan aplikasi Tenun yang subtil namun berkarakter.

Adapun AMOTSYAMSURIMUDA menghadirkan busana pria yang vibran, merayakan semangat Idul Fitri yang hangat dan penuh sukacita.

Melalui ajang ini, Tobatenun juga mengenalkan Abit Godang atau Abit Sadum Angkola, sebuah tenun historis dari Angkola, Tapanuli Selatan, daerah yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam.

Tenun ini dibuat dengan metode pakan tambah, dikenal sebagai songket atau jungkit, yang diperkaya dengan teknik marsimata serta sulam padat bonggit lilit.

Abit Sadum Angkola dipresentasikan berdampingan dengan Ulos Sadum, dipadukan dengan kebaya Djuita. Kolaborasi ini turut melibatkan label tas Lungsin dan Da’Poza.

Implementasi RAYA sebagai prosesi jalinan silaturahmi dan presentasi karya bertemakan bulan suci Ramadan 1447 H diselenggarakan di Sopo Del Tower, sebuah bentuk usaha dari Toba Pengembang Sejahtra.

Berlokasi di jantung Kota Administrasi Jakarta Selatan, Sopo Del Tower berperan sebagai ruang sentral bagi beragam aktivitas industri dan bisnis, sekaligus menjadi wadah kolaborasi yang menawarkan fleksibilitas dalam mewujudkan visi kreatif dan inovatif.

Program ini disponsori oleh Toba Pengembang Sejahtra, serta didukung oleh MAKEOVER by ParagonCorp, 2ICONS, D’Bodhi, Farah Carpets, Gelap Ruang Jiwa, Everbest, Burju Aesthetic, SoSoft & Rapika by WINGS Group, Bank Mandiri, UOB, Organique Water, SOSRO, Dharma Nugraha Hospital, dan Ink Inc. ***

Post Comment