Ratusan Siswa Sekolah Luar Biasa Dapat Pemeriksaan Gigi Gratis, Dukung Belajar Lebih Nyaman
puanpertiwi.com – Suasana berbeda terlihat di SLB Negeri 02 Jakarta. Senyum dan tawa para siswa mewarnai kegiatan pemeriksaan kesehatan gigi yang digelar melalui program “Gigi Kuat dan Sehat Bersama”. Di balik keceriaan tersebut, tersimpan sebuah persoalan kesehatan yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia, yakni tingginya kasus gigi berlubang pada anak.
Berdasarkan Hasil Cek Kesehatan Gratis Kementerian Kesehatan tahun 2025, gigi berlubang menjadi salah satu dari lima masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pada masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan mulut, tetapi juga dapat memengaruhi tumbuh kembang, rasa percaya diri, hingga konsentrasi belajar.
Berangkat dari kondisi tersebut, Ciptadent bersama Kolese Kanisius menggelar aksi sosial yang menghadirkan layanan pemeriksaan dan pengobatan gigi gratis bagi 238 siswa disabilitas intelektual dan disabilitas rungu dari tingkat SD, SMP, hingga SMA di SLB Negeri 02 Jakarta. Seluruh layanan dilakukan melalui Mobil Klinik yang hadir langsung di lingkungan sekolah sehingga memudahkan siswa memperoleh akses perawatan gigi.
Bagi banyak siswa, kegiatan ini menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Selain mendapatkan pemeriksaan kesehatan gigi, mereka juga diajak belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi melalui edukasi yang disampaikan dengan cara yang mudah dipahami.
“Kami percaya setiap anak Indonesia, termasuk anak berkebutuhan khusus, berhak memiliki gigi yang kuat dan sehat untuk tumbuh cerdas dan percaya diri. Lewat kegiatan ‘Gigi Kuat dan Sehat Bersama’ ini, kami ingin mewujudkan kepedulian anak-anak untuk menjaga gigi mereka tetap kuat dan sehat setiap hari. Harapan kami, dengan gigi yang sehat, anak-anak bisa terus menjalani pendidikan dan kehidupannya dengan penuh semangat,” ujar Listyannisa Retnolestari, Brand Manager Ciptadent.
Kehadiran layanan kesehatan gigi ini juga mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala SLB Negeri 02 Jakarta, Dedeh Kurniasih, mengaku bersyukur para siswa mendapatkan kesempatan memperoleh perawatan yang menyeluruh.
“Kami sangat bersyukur dan menyambut baik kegiatan ini. Senang sekali melihat murid-murid kami hari ini mendapat perawatan kesehatan gigi yang menyeluruh. Hal ini sangat penting bagi kami agar ke depannya anak-anak bisa mengikuti kegiatan belajar dengan lebih nyaman dan fokus tanpa terganggu masalah gigi,” ungkapnya.
Dalam pemeriksaan yang dilakukan, dokter gigi menemukan bahwa sebagian siswa masih mengalami berbagai permasalahan kesehatan mulut, termasuk karies dan gigi berlubang. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan rutin sejak dini agar masalah gigi tidak berkembang menjadi lebih serius.
drg. Wuri Condro Gupito yang turut terlibat dalam kegiatan ini menjelaskan bahwa peran orang tua sangat penting dalam membentuk kebiasaan menjaga kesehatan gigi anak.
“Dari pengecekan yang kami lakukan, sebagian besar siswa memiliki kondisi gigi yang beragam, termasuk karies dan gigi berlubang. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin seperti ini sangat diperlukan. Orang tua perlu memastikan anak menyikat gigi setidaknya dua kali sehari setelah sarapan dan sebelum tidur, serta melakukan pemeriksaan ke dokter gigi setiap enam bulan sekali,” jelasnya.
Selain pemeriksaan, para siswa juga mendapatkan edukasi mengenai cara menyikat gigi yang benar melalui tiga gerakan sederhana, yakni gerakan memutar untuk membersihkan bagian depan gigi, gerakan atas-bawah untuk membersihkan sela dan bagian dalam gigi, serta gerakan maju-mundur untuk membersihkan area gigi kunyah.

Lebih dari sekadar layanan kesehatan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa akses terhadap perawatan gigi yang layak masih menjadi kebutuhan banyak anak Indonesia, termasuk anak berkebutuhan khusus. Dengan dukungan berbagai pihak, langkah sederhana seperti pemeriksaan rutin dan edukasi kesehatan gigi dapat membantu menciptakan generasi yang lebih sehat, percaya diri, dan siap meraih masa depan yang lebih baik.
Karena pada akhirnya, senyum sehat bukan hanya tentang gigi yang kuat, tetapi juga tentang kesempatan bagi setiap anak untuk belajar, tumbuh, dan berkembang tanpa hambatan. ***



Post Comment
You must be logged in to post a comment.