Sambut HUT Jakarta, Indonesia Kaya Ajak Generasi Muda Mengenal Lenong Betawi
puanpertiwi.com – Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta, berbagai cara dilakukan untuk merayakan perjalanan panjang ibu kota. Tidak hanya melalui festival dan hiburan modern, upaya menjaga warisan budaya juga menjadi bagian penting dalam menyambut usia Jakarta yang hampir mencapai lima abad.
Semangat inilah yang dihadirkan Galeri Indonesia Kaya melalui rangkaian pertunjukan seni Betawi sepanjang bulan Juni. Salah satu yang menarik perhatian adalah pertunjukan Lenong Kampung Te-Ko dari Sanggar Oplet Robet yang mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih dekat dengan salah satu kesenian khas Betawi yang telah menjadi bagian dari identitas Jakarta selama puluhan tahun.
Di tengah perkembangan Jakarta yang terus bergerak menuju kota global, lenong hadir sebagai pengingat bahwa budaya lokal tetap memiliki ruang penting dalam kehidupan masyarakat. Melalui cerita yang ringan, penuh humor, dan dekat dengan keseharian, Lenong Kampung Te-Ko menghadirkan kisah tentang kehidupan warga kampung yang hidup rukun di tengah dinamika kota besar. Konflik muncul ketika sekelompok preman mencoba memanfaatkan kondisi ekonomi warga untuk kepentingan pribadi, menghadirkan cerita yang relevan dengan berbagai persoalan sosial yang masih ditemui di lingkungan perkotaan.
Dikemas dengan gaya khas lenong Betawi yang sarat improvisasi, dialog spontan, dan iringan musik tradisional, pertunjukan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya persatuan, keberanian, dan kepedulian sosial.
Program Director Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, mengatakan bahwa perayaan HUT Jakarta menjadi momentum yang tepat untuk menghidupkan kembali berbagai kesenian Betawi yang telah menjadi bagian dari perjalanan kota ini.
“Sebagai ruang publik budaya yang berkomitmen melestarikan kekayaan budaya Indonesia, kami ingin perayaan HUT Jakarta menjadi momentum untuk menghidupkan kembali berbagai kesenian Betawi yang telah menjadi identitas kota ini. Kami berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengenal dan mengapresiasi budaya yang menjadi bagian dari perjalanan Jakarta,” ujarnya.
Bagi generasi muda yang tumbuh di era digital, lenong mungkin tidak lagi sepopuler hiburan modern yang mudah diakses melalui media sosial. Namun justru di situlah pentingnya menghadirkan ruang apresiasi yang memungkinkan mereka mengenal budaya Betawi secara lebih dekat dan menyenangkan.

Melalui Lenong Kampung Te-Ko, penonton diajak melihat bagaimana seni tradisi mampu tetap relevan dengan kehidupan masa kini. Cerita yang dekat dengan realitas masyarakat, humor yang mengundang tawa, serta interaksi hangat antar pemain membuat lenong menjadi media yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai kebersamaan kepada berbagai generasi.
Pimpinan Sanggar Oplet Robet, Ramdani atau yang dikenal sebagai Qubil AJ, menilai bahwa budaya Betawi perlu terus diperkenalkan agar tetap hidup di tengah perkembangan Jakarta yang semakin modern.
“Kami berharap pertunjukan ini dapat menjadi pengingat bahwa di tengah perkembangan Jakarta menuju era baru, budaya Betawi tetap menjadi bagian penting dari identitas kota yang perlu terus dijaga bersama,” katanya.
Melalui rangkaian pertunjukan seni Betawi yang dihadirkan sepanjang bulan Juni, Galeri Indonesia Kaya menunjukkan bahwa merayakan ulang tahun Jakarta bukan hanya tentang melihat ke masa depan, tetapi juga menjaga akar budaya yang telah membentuk karakter kota ini. Di tengah gedung-gedung tinggi dan perubahan zaman yang begitu cepat, lenong tetap menjadi salah satu cara untuk mengenal Jakarta melalui cerita, tawa, dan nilai-nilai kebersamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. ***



Post Comment
You must be logged in to post a comment.