Polusi Kota Besar Dorong Tren Mindful Living di Dalam Rumah, Udara Bersih Kini Jadi Bagian dari Lifestyle Urban

puanpertiwi.com – Di tengah langit kota besar yang semakin jarang berwarna biru, masyarakat urban perlahan mulai mengubah cara mereka memaknai rumah. Jika dulu rumah hanya menjadi tempat singgah setelah seharian beraktivitas, kini hunian berkembang menjadi ruang utama untuk bekerja, beristirahat, berolahraga, hingga mencari ketenangan dari hiruk pikuk kota. Bersamaan dengan perubahan itu, muncul satu kesadaran baru: kualitas hidup di rumah ternyata sangat ditentukan oleh udara yang dihirup setiap hari.

Fenomena ini semakin terasa di kota-kota besar Indonesia yang masih bergulat dengan polusi udara. Berdasarkan laporan IQAir 2025, sejumlah wilayah seperti Tangerang Selatan, Cikarang, Depok hingga Bandung masih masuk daftar kawasan dengan tingkat polusi tertinggi di Indonesia, dengan kadar PM2.5 melampaui ambang aman WHO. Sementara penelitian yang dipublikasikan BMJ Open Respiratory Research pada 2026 menunjukkan bahwa kualitas udara dalam ruang yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan akibat paparan partikel polutan.

Tak heran, masyarakat urban kini mulai menerapkan konsep mindful living di dalam rumah. Bukan hanya menghadirkan interior estetik atau furnitur minimalis, tetapi juga memastikan kualitas udara tetap sehat dan nyaman.

“Rasanya kalau nggak ada air purifier itu gelisah, kayak ada sesuatu yang kurang,” ujar parenting & lifestyle content creator Wulan Wu dalam peluncuran NORIUM di AZKO Central Park Mall, Rabu (13/5/2026).

Bagi Wulan, kualitas udara bukan lagi sekadar pelengkap rumah modern, tetapi sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Ia dan sang suami sama-sama memiliki asma dan sensitif terhadap debu. Ditambah lagi, mereka memelihara anjing di rumah, yang membuat perhatian terhadap sirkulasi udara menjadi semakin penting.

“Kita kadang merasa rumah sudah bersih, tapi orang luar datang bisa mencium aroma yang kita nggak sadar. Air purifier membantu bukan cuma menyaring debu dan bulu hewan, tapi juga aroma makanan atau udara pengap supaya tersirkulasi dengan baik,” katanya.

Menurut Wulan, rumah yang nyaman secara kualitas udara juga berpengaruh terhadap kondisi tubuh dan mental setelah lelah beraktivitas di luar. “Aku berharap rumah jadi tempat yang bikin kita excited untuk pulang. Saat udara di rumah nyaman, badan juga terasa lebih enak, mungkin jadi nggak gampang sakit,” tambahnya.

Kesadaran serupa juga diamati PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI) melalui AZKO yang meluncurkan NORIUM, home brand terbaru di kategori air treatment dengan konsep “The Art of Clean Air”. Produk ini dirancang bukan hanya sebagai perangkat elektronik rumah tangga, tetapi sebagai bagian dari gaya hidup modern yang memadukan kesehatan, fungsi, dan estetika ruang.

Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, Teresa Wibowo, mengatakan perubahan perilaku masyarakat mulai terasa sejak pandemi COVID-19, ketika rumah menjadi pusat seluruh aktivitas keluarga.

“Orang mulai menyadari bahwa rumah itu juga sebuah infrastruktur kehidupan. Aktivitas di rumah sekarang makin dihargai, mulai dari work from home, quality time bersama keluarga, sampai punya home gym sendiri,” ujarnya.

Namun di sisi lain, tantangan masyarakat urban juga semakin kompleks. Hunian di kota besar cenderung compact, sementara jumlah aktivitas dan anggota keluarga terus bertambah. Banyak orang tinggal bersama extended family di ruang yang terbatas, sehingga kualitas sirkulasi udara menjadi tantangan tersendiri.

“Menambah ventilasi atau membuat bukaan baru itu tidak mudah, terutama di kota seperti Jakarta dengan polusi kendaraan dan industri yang tinggi. Jadi solusi paling realistis adalah meningkatkan kualitas udara di dalam rumah,” kata Teresa.

Ia juga menyoroti meningkatnya kasus gangguan pernapasan di kota besar, termasuk pada anak-anak. “Anak saya juga asma. Kalau kualitas udara di luar sedang buruk, baru sedikit batuk saja asmanya langsung kambuh,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat produk air treatment berkembang dari sekadar perangkat tambahan menjadi essential item di rumah urban modern. Teresa menyebut permintaan produk air purifier dan perangkat pengolahan udara lainnya terus bertumbuh positif setiap tahun.

Menariknya, tren mindful living kini juga mengubah cara masyarakat memilih perangkat rumah tangga. Tidak lagi hanya soal fungsi, tetapi juga bagaimana produk dapat menyatu dengan desain interior rumah.

“Sekarang kalau rumahnya sudah estetik, tapi air purifier-nya bentuknya besar dan bulky, jadi terasa kurang menyatu,” ujar Teresa.

Karena itu, NORIUM hadir dengan pendekatan berbeda: teknologi pengolahan udara yang dibalut desain modern, clean, dan calming. Beberapa produknya bahkan dirancang multifungsi, seperti air purifier yang sekaligus berfungsi sebagai meja, hingga perangkat dengan ambient light untuk menciptakan suasana rileks di rumah.

Perwakilan NORIUM dari AZKO, Tanti, mengatakan kebutuhan masyarakat saat ini tidak lagi sekadar mencari alat kesehatan udara, tetapi solusi menyeluruh yang relevan dengan gaya hidup urban.

“Rumah ukurannya tetap, tapi aktivitas makin banyak. Jadi orang ingin satu produk yang tidak cuma punya satu fungsi, tetapi juga enak dilihat dan menyatu dengan furniture rumah,” jelasnya.

Tren ini juga diamati komunitas desain interior dan home living. Miranti dari Living Loving menyebut konsumen urban kini semakin selektif dalam memilih produk rumah tangga.

“Dari survei yang kami lakukan, harga ternyata bukan faktor utama. Orang lebih melihat fitur, kualitas, baru desain. Karena rumah sekarang sudah ditata bagus, jadi produk di dalamnya juga harus aesthetically pleasing,” katanya.

Perubahan pola pikir ini memperlihatkan bahwa mindful living kini bukan lagi sekadar tren wellness, melainkan respons nyata masyarakat urban terhadap tekanan hidup kota besar—mulai dari polusi, ruang tinggal yang semakin terbatas, hingga kebutuhan akan ruang pulang yang terasa lebih sehat dan menenangkan.

Di tengah kondisi tersebut, udara bersih perlahan berubah menjadi “kemewahan baru” yang dicari masyarakat kota. Bukan hanya untuk kesehatan fisik, tetapi juga demi menciptakan rumah sebagai tempat terbaik untuk memulihkan diri dari kehidupan urban yang semakin padat dan melelahkan.***

Post Comment