Amna Al-Qubaisi: Melaju di Lintasan Balap, Bersinar di Dunia Kecantikan

puanpertiwi.com – Dunia motorsport dan kecantikan mungkin tampak berada di dua jalur berbeda, namun Amna Al-Qubaisi berhasil mempertemukan keduanya dalam satu lintasan cerita yang sama. Pembalap wanita asal Uni Emirat Arab ini hadir di Indonesia sebagai Global Face of Wardah dalam ajang Wardah Lip Paddock yang digelar di Crystal Lagoon, Senayan City, Kamis (14/5/2026).

Lahir pada 28 Maret 2000, Amna bukan sekadar nama di dunia balap. Ia mencatat sejarah sebagai wanita pertama yang berkompetisi di Porsche Carrera Cup Asia, sekaligus pernah tampil di F1 Academy. kejuaraan balap khusus perempuan, serta menjadi bagian dari program akademi Red Bull yang mewakili tim Formula 1 RB. Di balik helm dan kecepatan tinggi, Amna membawa pesan kuat tentang keberanian perempuan menembus batas.

Namun di luar lintasan, Amna juga memaknai kecantikan dengan cara yang selaras dengan ritme hidupnya sebagai atlet.

“Bagi saya, produk kecantikan adalah bentuk rasa percaya diri dan ekspresi diri. Saya membutuhkan produk yang tahan lama, transfer-proof, tahan keringat, dan tahan cuaca karena itu sesuai dengan aktivitas saya sebagai atlet,” ujar Amna.

Sama seperti strategi di tikungan sirkuit, Amna juga punya “formula” khas dalam riasan sehari-hari. Ia menyebut kombinasi shade 1 dan 8 sebagai favoritnya, yang ia gunakan untuk menciptakan efek ombre natural. “Ini benar-benar Stay Long,” tambahnya.

Di balik kesibukan balapan, rutinitas kecantikannya justru sederhana. Ia mengandalkan sunscreen sebagai langkah utama skincare sebelum balapan, disertai face wash tanpa rangkaian yang berlebihan. Untuk makeup, ia memilih lip matte yang mampu bertahan dalam kondisi ekstrem di dalam mobil balap.

“Lip matte Stay Lock adalah favorit saya, terutama saat balapan yang sangat panas dan intens. Produk itu tidak bergeser dan tidak meninggalkan noda,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar produk kecantikan, bagi Amna, makeup adalah bagian dari ketahanan diri di tengah tekanan kompetisi. Hal ini sejalan dengan filosofi hidupnya di dunia motorsport: keberanian, konsistensi, dan keyakinan pada diri sendiri.

Dalam sesi talk show, Amna juga menekankan pentingnya keselamatan di dunia balap, sekaligus mendorong perempuan untuk tidak ragu terjun ke dunia motorsport.

“Balapan di sirkuit jauh lebih aman dibandingkan di jalan raya. Di lintasan, ada perlengkapan lengkap dan tim yang siap membantu jika terjadi sesuatu. Jadi kalau ingin mencoba balapan, lakukan di sirkuit resmi,” jelasnya.

Ia juga memberikan pesan kuat untuk perempuan yang ingin menembus dunia yang masih didominasi laki-laki tersebut.

“Saran saya untuk semua perempuan yang ingin terlibat di motorsport, baik sebagai pembalap maupun engineer, adalah: lakukan saja. Akan ada banyak orang yang meragukanmu, jadikan itu motivasi untuk membuktikan bahwa mereka salah. Selama kamu menikmati apa yang kamu lakukan, tidak ada yang perlu kamu buktikan kepada siapa pun.”

Kehadiran Amna di Wardah Lip Paddock bukan hanya menghadirkan representasi perempuan di dunia balap, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kecantikan dan performa dapat berjalan beriringan. Dari lintasan sirkuit hingga panggung kecantikan, Amna Al-Qubaisi membuktikan bahwa perempuan bisa melaju cepat tanpa harus meninggalkan identitas dirinya. ***

Post Comment