Dari Bandung ke Jakarta, SEDASA Buat Modest Fashion Indonesia Naik Kelas
puanpertiwi.com – Dunia modest fashion Indonesia kembali bergeliat lewat kehadiran SEDASA Volume 3 yang tahun ini tampil dengan skala lebih besar dan semangat baru. Setelah lahir di Bandung pada 2020 sebagai respons kreatif di tengah pandemi, SEDASA kini melangkah lebih jauh dengan menggelar perhelatan perdananya di ibu kota, tepatnya di InterContinental Jakarta Pondok Indah.
Mengusung tema “Rhapsody Summit”, SEDASA 2026 bukan sekadar fashion show, melainkan perayaan kolaborasi, kreativitas, dan peluang dalam industri modest fashion. Perpindahan lokasi ke Jakarta menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi SEDASA sebagai platform nasional yang menghubungkan desainer, brand, hingga pelaku bisnis dalam satu ekosistem yang dinamis.
Sebanyak 14 desainer dan brand turut meramaikan runway, termasuk kehadiran Ivan Gunawan sebagai guest designer melalui lini Mandhja. Koleksi yang ditampilkan menghadirkan ragam interpretasi modest wear—mulai dari siluet elegan, permainan tekstur, hingga eksplorasi warna yang semakin berani dan modern. Nama-nama seperti Nabila Misha, Padushi by Novitasari, hingga Arabellescarf menunjukkan bahwa modest fashion Indonesia terus berevolusi tanpa kehilangan identitasnya.
Tak hanya soal estetika, SEDASA juga menghadirkan energi hiburan lewat penampilan spesial dari Krisdayanti dan Titi DJ yang menambah kemegahan suasana runway. Perpaduan fashion dan musik ini menciptakan pengalaman yang lebih imersif, menjadikan SEDASA bukan hanya ajang industri, tetapi juga panggung gaya hidup.
Namun, yang membuat SEDASA berbeda adalah pendekatannya terhadap bisnis. Di balik gemerlap peragaan busana, event ini juga menjadi ruang transaksi nyata dengan menghadirkan reseller dari berbagai daerah. Menurut Founder SEDASA, Rya Baraba, kehadiran reseller membuka peluang kolaborasi langsung antara brand dan pasar, sekaligus mendorong daya beli terhadap produk lokal.

Apresiasi terhadap pelaku industri juga menjadi sorotan. Ivan Gunawan dianugerahi The Modest Visionary Award atas kontribusinya dalam membentuk lanskap modest fashion modern Indonesia. Sementara itu, Young Visionary Awarddiberikan kepada Nabila Misha sebagai representasi generasi baru desainer yang berani, eksploratif, dan penuh potensi.
Dukungan dari pemerintah melalui kehadiran Teuku Riefky Harsya dari Kementerian Ekonomi Kreatif semakin menegaskan pentingnya industri fashion sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
Dari awal yang sederhana di Bandung hingga kini tampil megah di Jakarta, perjalanan SEDASA mencerminkan transformasi modest fashion Indonesia itu sendiri—berkembang, inklusif, dan semakin relevan di kancah global. Lebih dari sekadar tren, modest fashion kini menjadi identitas yang terus dirayakan, diperkuat oleh kolaborasi, dan diarahkan menuju masa depan yang lebih besar. ***



Post Comment
You must be logged in to post a comment.