Mengurai Arus, Merayakan Budaya: Strategi Ekosistem InJourney dan Sarinah di Ramadan Tahun Ini
puanpertiwi.com – Menyambut momentum Ramadan dan Idul Fitri yang tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, PT Sarinah menegaskan perannya bukan sekadar pusat perbelanjaan, melainkan sebagai culture experience center yang menghadirkan pengalaman lintas tradisi dan lintas generasi.
Dalam konferensi pers di Mall Sarinah, Rabu, 4 Maret 2026, Direktur Komersial InJourney, Veronica H Sisilia, dan Direktur Utama PT Sarinah, Raisha Syarfuan, memaparkan strategi menyeluruh untuk mengoptimalkan lonjakan mobilitas masyarakat selama periode libur panjang Maret.
Momentum Unik dan Strategi Ekosistem
Tahun ini, kalender menunjukkan konfigurasi yang istimewa. Idul Fitri diperkirakan jatuh pada 21 Maret, sementara Nyepi pada 19 Maret, menciptakan periode libur panjang yang berdampak signifikan terhadap pergerakan masyarakat. Pemerintah pun menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 16–17 Maret serta 25–27 Maret guna mengurai kepadatan arus mudik dan balik.
“Kami melihat ini sebagai peluang besar. Mobilitas masyarakat akan lebih terdistribusi, tidak menumpuk pada satu waktu. Dalam konteks ekosistem, mulai dari bandara, destinasi wisata, hotel, hingga Sarinah, kami sudah menyiapkan posko angkutan Lebaran 2026 sejak 13 sampai 30 Maret,” ujar Veronica.
Ia menambahkan, kesiapan ini membuka potensi peningkatan wisata domestik yang terhubung langsung dengan ekosistem InJourney Group, termasuk arus kunjungan ke Sarinah sebagai destinasi urban.
Songket, Keluarga, dan Narasi Kebudayaan

Di sisi lain, Raisha Syarfuan menekankan bahwa Ramadan tahun ini hadir dalam lanskap perayaan yang beragam—Imlek, Cap Go Meh, Nyepi, hingga Lebaran—yang seluruhnya sarat makna kekeluargaan.
Sebagai simbol, Sarinah menghadirkan 50 kain songket Sumatera Selatan sebagai focal point dekorasi utama.
“Indonesia sangat kekeluargaan. Kami ingin mengangkat nilai itu. Songket kami pilih sebagai representasi budaya yang kuat, yang merefleksikan kebersamaan dalam setiap perayaan,” jelas Raisha.
Dekorasi akan diperluas pada minggu kedua Maret dengan nuansa yang lebih kental akan identitas Indonesia, seiring dengan berakhirnya bazar yang masih berlangsung.
Proyeksi Kenaikan Trafik dan Program Andalan
Periode pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) pada 6–13 Maret diproyeksikan menjadi puncak kunjungan. Sarinah memperkirakan kenaikan trafik sebesar 15–20 persen dibanding periode biasa.
Untuk mengoptimalkan momen tersebut, Sarinah menghadirkan program Malam Berkah Extra pada 6–8 Maret pukul 20.00–22.00 WIB, dengan diskon hingga 50 persen di seluruh brand partisipan, serta berbagai program pembelian menarik lainnya.
Tak hanya promosi, Sarinah juga menyiapkan rangkaian kegiatan tematik seperti Gema Lentera Ramadhan, pawai obor yang menghubungkan area eksternal dan internal gedung, hingga kolaborasi komunitas. Bersama Scarf Media, Sarinah telah menghadirkan kolektif brand modest di area premium lantai atas lengkap dengan agenda fashion show, buka puasa bersama, dan aktivasi mingguan.
Komunitas seni juga dilibatkan pada 7–8 Maret, memperluas partisipasi anak muda sekaligus merayakan keberagaman budaya yang hidup berdampingan dalam bulan-bulan penuh perayaan ini.
Lebih dari Sekadar Ritel

Satu tahun terakhir, Sarinah mencermati pergeseran preferensi masyarakat—mulai dari warna, siluet, hingga preferensi gaya yang semakin dinamis. Namun alih-alih sekadar mengikuti tren, Sarinah memilih mengedepankan kekuatan kurasi berbasis budaya Indonesia.
“Yang membedakan kami adalah fokus pada pengalaman. Kami tidak hanya menjual produk, tapi merayakan momen. Orang datang ke Sarinah bukan sekadar berbelanja, tapi menikmati suasana Ramadan, Imlek, Cap Go Meh, hingga Nyepi dalam satu ruang yang sama,” tegas Raisha.
Dengan strategi ekosistem yang terintegrasi dan pendekatan berbasis budaya, Sarinah menempatkan diri sebagai simpul perayaan urban—ruang di mana mobilitas, tradisi, dan pengalaman bertemu. Ramadan dan Lebaran tahun ini pun bukan hanya tentang transaksi, melainkan tentang merayakan keberagaman dan kebersamaan dalam balutan identitas Indonesia yang kuat.



Post Comment
You must be logged in to post a comment.