Festival Qasidah Sholawat Al-Mujahidin, Menjaga Tradisi, Merawat Cinta kepada Rasul
puanpertiwi.com – Suara sholawat menggema dari lingkungan Yayasan Pendidikan Islam Al-Mujahidin, Joglo, Jakarta Barat, Sabtu (17/1/2026). Melalui Festival Qasidah Sholawat, yayasan pendidikan Islam yang telah berdiri sejak 1979 ini menghadirkan ruang ekspresi seni Islami sekaligus memperingati peristiwa agung Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Festival ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan bagian dari ikhtiar panjang Yayasan Pendidikan Islam Al-Mujahidin dalam menjaga syiar keagamaan dan menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, khususnya di kalangan generasi muda. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Yayasan Al-Mujahidin, H. Abdul Hasan, M.Pd., dalam keterangannya di sela kegiatan.
“Pada hakikatnya, lomba qasidah ini kami adakan agar syiar keagamaan, khususnya kecintaan kita kepada baginda Nabi Muhammad SAW, senantiasa melekat dalam diri kita semua,” ujarnya.
Yayasan dengan Jejak Panjang Pendidikan dan Dakwah
Yayasan Pendidikan Islam Al-Mujahidin resmi berdiri pada 6 Juni 1979 dan dikenal sebagai salah satu yayasan pendidikan Islam yang konsisten mengembangkan lembaga pendidikan formal dan nonformal.
Hingga kini, yayasan tersebut menaungi berbagai unit pendidikan, mulai dari TK Islam Sumpah Pemuda, Madrasah Ibtidaiyah Al-Mujahidin, SMP, SMA, hingga SMK Sumpah Pemuda.
Tak hanya berpusat di Jakarta Barat, Yayasan Al-Mujahidin juga memiliki cabang di Bogor, antara lain di Ciawi dan Megamendung, dengan unit pendidikan yang mencakup SMP, SMK, hingga jurusan perhotelan.
Di luar dunia pendidikan, yayasan ini turut aktif dalam bimbingan ibadah haji dan umrah, travel Cahaya Anugerah Wisata, serta pembinaan majelis taklim di lingkungan Kelurahan Joglo.
Qasidah sebagai Medium Silaturahmi dan Ukhuwah
Mengusung tema penguatan ukhuwah Islamiyah melalui sholawat, Festival Qasidah Sholawat ini dibuka untuk peserta tingkat Jabodetabek. Menurut Abdul Hasan, kegiatan ini diharapkan menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarumat Islam sekaligus membumikan sholawat di tengah masyarakat.
“Dengan kita bershalawat kepada baginda Rasul, marilah sama-sama kita tingkatkan dan eratkan ukhuwah Islamiyah antar sesama,” katanya.
Antusiasme peserta pun melampaui ekspektasi panitia. Dari target awal 25 peserta, jumlah pendaftar mencapai 30 grup qasidah hanya dalam waktu satu hari pendaftaran. Seluruh rangkaian lomba pun dilaksanakan penuh dalam satu hari.
Tingginya minat ini menjadi catatan penting bagi yayasan untuk penyelenggaraan di masa mendatang. “Ini jadi acuan bagi kami. Insya Allah ke depan bisa dilaksanakan dua atau tiga hari agar bisa memfasilitasi lebih banyak peserta,” ujarnya.
Mandiri Tanpa Sponsor, Total Hadiah hingga Rp20 Juta
Menariknya, festival ini sepenuhnya diselenggarakan secara mandiri tanpa sponsor eksternal. Seluruh kebutuhan kegiatan, mulai dari perlengkapan, trofi, hingga hadiah uang pembinaan, ditanggung langsung oleh Yayasan Pendidikan Islam Al-Mujahidin.
Juara pertama memperoleh hadiah sekitar Rp3 juta, disusul juara kedua Rp2,5 juta, dan kategori lainnya hingga Harapan III. Panitia juga memberikan penghargaan khusus untuk kategori Yel-Yel Terbaik. Secara keseluruhan, total hadiah yang disiapkan diperkirakan mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta.
Menjaga Seni Islami di Tengah Arus Zaman

Lebih dari sekadar kompetisi, festival ini membawa pesan kultural dan edukatif. Yayasan Al-Mujahidin berharap generasi muda tidak tercerabut dari akar kesenian Islami di tengah derasnya pengaruh budaya populer Barat.
“Jangan sampai kita tergerus oleh kesenian-kesenian yang masuk dari luar. Kami ingin anak-anak muda mengenal dan mencintai seni yang menumbuhkan cinta kepada Rasulullah,” tutur Abdul Hasan.
Ia menegaskan, sebagai yayasan Islam, Al-Mujahidin merasa memiliki kewajiban moral untuk menyediakan ruang bagi seni bernuansa Islami, terutama ketika fasilitas serupa masih terbatas di ruang publik.
“Harapan kami sederhana. Kalau tidak semuanya, minimal ada satu, dua, atau tiga generasi muda yang kecintaannya kepada Rasul semakin tumbuh. Itu sudah menjadi amal dan tanggung jawab kami,” pungkasnya.

Melalui Festival Qasidah Sholawat ini, Yayasan Pendidikan Islam Al-Mujahidin kembali menegaskan perannya sebagai penjaga tradisi, pendidik generasi, sekaligus penggerak syiar Islam yang berakar pada budaya dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. ***



Post Comment
You must be logged in to post a comment.