Bukan Cuma Tren, Investasi Emas Jadi Gaya Hidup Finansial Anak Muda
puanpertiwi.com – Di tengah tren financial glow up dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya financial security, emas kembali naik daun di kalangan Gen Z dan milenial. Sepanjang tahun 2025, harga emas tercatat melonjak hingga 65 persen, dan tren ini diprediksi belum akan melambat. Sejumlah analis global memperkirakan harga emas dunia berpotensi menembus US$4.500–5.000 per ons, bahkan tidak menutup kemungkinan mencapai US$6.000 per ons pada 2026.
Dengan nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.500–16.900 per dolar AS, harga emas domestik diproyeksikan bisa menyentuh angka Rp2,9 juta per gram tahun depan. Faktor pendorongnya pun beragam, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, tensi geopolitik, aksi borong emas oleh bank sentral dunia, hingga kembalinya emas sebagai aset safe haven di tengah pasar yang volatil.
Meski begitu, tingginya minat investasi emas di kalangan anak muda belum selalu diiringi dengan strategi yang tepat. Masih banyak yang membeli emas karena FOMO, ikut tren di media sosial, atau berharap cuan instan dalam waktu singkat. Padahal, investasi emas idealnya dimainkan sebagai instrumen jangka menengah hingga panjang, bukan untuk quick profit.
Di sinilah pentingnya menjadi smart investor. Investasi emas bukan cuma soal beli, tapi juga soal memilih bentuk dan nominal yang efisien. Membeli emas fisik dengan gramasi kecil sering kali justru membuat investor rugi sejak awal karena spread harga yang lebih besar. Untuk Gen Z dan milenial yang ingin investasi bertahap dengan nominal fleksibel, emas digital dinilai lebih masuk akal dan ramah di kantong.
Emas digital memungkinkan siapa pun mulai investasi dari nominal kecil, dengan harga transparan dan fleksibilitas akumulasi. Meski berbasis digital, emas ini bukan sekadar angka di aplikasi. Faktanya, emas digital adalah emas fisik murni 24 karat yang kepemilikannya tercatat dan disimpan di lembaga kustodian resmi. Jadi aman, legal, dan tetap punya wujud nyata.
“Melalui platform LAKUEMAS, investor bisa mulai membangun kebiasaan investasi emas secara konsisten, mulai dari emas digital hingga pengelolaan investasi emas dalam satu ekosistem,” ujar Esther Napitupulu, Brand Manager LAKUEMAS.
LAKUEMAS juga menawarkan pengalaman investasi yang sesuai dengan gaya hidup digital Gen Z dan milenial. Dalam hitungan detik, pengguna bisa membeli, menjual, hingga mengirim emas ke sesama pengguna—semua cukup lewat smartphone. Prosesnya cepat, aman, dan transparan, tanpa ribet menyimpan emas fisik di rumah.
Bagi investor yang sudah lebih mapan, emas fisik tetap relevan, terutama untuk nominal besar di atas 1 troy ounce (±31,1 gram) yang merupakan standar internasional. Kombinasi emas digital untuk akumulasi rutin dan emas fisik untuk penyimpanan nilai jangka panjang kini menjadi strategi yang semakin populer di kalangan investor muda.
Di tengah inflasi dan ketidakpastian ekonomi, emas terbukti mampu menjaga nilai kekayaan. Harganya cenderung naik seiring meningkatnya biaya hidup, memiliki likuiditas tinggi, dan relatif stabil dibandingkan banyak aset lainnya. Tak heran jika emas kembali menjadi pilihan untuk membangun financial safety net.
Sebagai platform yang telah terdaftar resmi di BAPPEBTI sejak 8 Februari 2022 dan berada di bawah ekosistem Central Mega Kencana (CMK), LAKUEMAS menawarkan rasa aman sekaligus kemudahan bagi generasi muda yang ingin mulai serius mengatur keuangan.
Di era sekarang, investasi emas bukan lagi soal menunggu punya banyak uang. Justru konsistensi sejak dini yang jadi kunci. Karena ketika harga emas terus naik, keputusan terbaik bukan bertanya “kenapa belum mulai?”, tapi bisa berkata, “Untung gue udah mulai duluan.” ***



Post Comment
You must be logged in to post a comment.