Siluet Longgar dan Gaya Serbaguna Tandai Tren Denim 2026

puanpertiwi.com – Denim kembali menegaskan posisinya sebagai elemen penting dalam gaya hidup masyarakat urban Indonesia. Temuan terbaru dari Levi’s® Merchandise Report Indonesia 2025 mengungkap bahwa material ikonis ini masih menjadi pilihan utama konsumen, bukan hanya karena tampilannya yang timeless, tetapi juga karena kemampuannya beradaptasi dengan berbagai aktivitas sehari-hari.

Laporan ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia kini semakin memprioritaskan busana yang siap dikenakan untuk beragam kesempatan. Kenyamanan, kesopanan, serta fleksibilitas menjadi pertimbangan utama dalam memilih denim, baik untuk aktivitas kerja, bersosialisasi, hingga momen bersama keluarga. Denim pun tak lagi sekadar soal gaya, melainkan tentang bagaimana pakaian dapat mengikuti ritme hidup pemakainya.

Seiring dengan itu, terjadi pergeseran perilaku konsumsi ke arah yang lebih bijak. Model yang praktis, tahan lama, dan mudah dirawat kian diminati karena dinilai relevan untuk digunakan lintas momen dan lintas tren. Pada konsumen perempuan, permintaan terhadap siluet modern yang terasa kekinian namun tetap pantas semakin menguat. Sementara itu, konsumen pria cenderung setia pada potongan klasik yang mengedepankan fungsi sekaligus nilai jangka panjang.

Temuan lokal ini selaras dengan prediksi tren denim global 2026 yang mengarah pada siluet lebih longgar, gaya serbaguna, serta ekspresi autentik yang berakar pada kehidupan nyata. Denim berevolusi mengikuti cara orang berpakaian dan bergerak, bukan sekadar mengejar tren sesaat.

“Melalui Merchandise Report Indonesia 2025, kami melihat kecenderungan konsumen Indonesia yang makin kritis dan bijak dalam memilih busana. Mereka mencari potongan yang pantas, nyaman, dan fleksibel untuk kehidupan sehari-hari,” ujar Stiffen Andika, Country Marketing Lead PT Levi Strauss Indonesia. Menurutnya, arah tren denim global 2026 juga mencerminkan kebutuhan tersebut, dengan fokus pada siluet longgar dan gaya adaptif yang mendukung keseharian.

Memasuki 2026, denim tampil semakin relevan dalam lanskap mode kontemporer. Dari runway hingga prediksi editorial, jeans hadir sebagai kekuatan utama yang memadukan kenyamanan, sophistication, dan ekspresi personal. Salah satu perubahan paling menonjol terlihat pada pergeseran siluet, dari potongan ketat seperti skinny dan slim menuju model baggy dan relaxed yang memberi ruang gerak lebih leluasa.

Selain itu, denim dengan nuansa washed-out dan tampilan lived-in diprediksi akan mendominasi. Patina lembut pada jeans menghadirkan kesan autentik dan understated, mudah dipadukan dengan kaus sederhana maupun lapisan busana yang lebih rapi untuk tampilan yang timeless. Teknik layering pun tetap menjadi kunci styling, termasuk gaya denim-on-denim yang menonjolkan permainan tekstur dan kedalaman visual.

Pengaruh budaya pop global, khususnya dari Korea Selatan, turut memperkuat posisi denim sebagai staple lintas generasi. Gaya para bintang K-pop yang memadukan jeans longgar dengan siluet oversized atau tampilan denim bersih dan minimalis semakin memperluas relevansi denim dalam percakapan mode global.

“Denim selalu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di Indonesia. Memasuki 2026, tren denim bergerak ke arah yang makin seru dengan merangkul potongan longgar, layering, dan keaslian,” tambah Stiffen.

Sejalan dengan pergeseran tersebut, Levi’s® terus menghadirkan inovasi denim yang menggabungkan daya tarik klasik dengan pendekatan kontemporer—mulai dari siluet longgar, pilihan wash yang thoughtful, hingga fleksibilitas styling. Evolusi ini menegaskan kembali jeans sebagai bagian esensial dari kehidupan modern, beradaptasi secara alami dengan cara orang hidup, bergerak, dan mengekspresikan diri. ***

Post Comment