Perkuat Akomodasi Wisata, Liberta Malioboro Hadirkan 100 Kamar dengan Sentuhan Lokal
puanpertiwi.com – Pertumbuhan sektor pariwisata di Yogyakarta terus menguat, dengan kawasan Malioboro tetap menjadi episentrum aktivitas wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Perpaduan sejarah, seni, serta dinamika budaya menjadikan area ikonik ini selalu dipadati wisatawan domestik maupun mancanegara.
Menjawab tingginya kebutuhan akomodasi di jantung kota, Liberta Hotel International memperluas kehadiran Liberta Malioboro dengan menambah kapasitas kamar pada awal 2026.
Setelah sebelumnya beroperasi melalui Liberta Malioboro South dengan 29 kamar, kini hadir Liberta Malioboro North yang menambah 71 kamar baru, sehingga total kapasitas akomodasi mencapai 100 kamar, siap memberikan pengalaman menginap yang lebih nyaman bagi para wisatawan yang ingin menikmati pesona Malioboro dari dekat.
Ekspansi ini bukan sekadar penambahan unit, melainkan bagian dari penguatan positioning Liberta sebagai urban stay yang efisien, nyaman, dan relevan dengan karakter wisatawan modern.
Hotel ini menyasar wisatawan keluarga, solo traveler, hingga pelaku perjalanan bisnis yang membutuhkan akomodasi strategis dengan akses mudah ke pusat kota.
“Ekspansi ini merupakan respons terhadap meningkatnya mobilitas wisatawan di kawasan Malioboro. Kami melihat kebutuhan akan akomodasi yang praktis, strategis, namun tetap menghadirkan kenyamanan dan rasa aman sebagai prioritas utama,” ujar Farrell Constantine, Marketing Communication Lead PT. Liberta Hotel International.
Lebih dari sekadar tempat menginap, Liberta Malioboro juga mengusung pendekatan berbasis nilai lokal.
Sebagai bagian dari pengalaman tamu, hotel ini bekerja sama dengan pelaku UMKM produsen pangan tradisional Yogyakarta, termasuk penyedia bakpia dan kudapan khas daerah, yang disajikan sebagai sambutan bagi tamu yang melakukan check-in.
Kolaborasi ini menjadi wujud dukungan terhadap keberlangsungan usaha lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada wisatawan.
Selain itu, Liberta Malioboro secara berkala menginisiasi dan berpartisipasi dalam kegiatan bersama UMKM lokal, mulai dari event promosi produk, aktivasi komunitas, hingga kolaborasi tematik yang melibatkan pelaku ekonomi kreatif di sekitar kawasan hotel.
Inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda terhadap perekonomian lokal.
“Sebagai hotel yang tumbuh di tengah kawasan budaya, kami ingin menghadirkan pengalaman menginap yang tidak terlepas dari identitas Yogyakarta. Kolaborasi dengan UMKM lokal menjadi bagian penting dari komitmen kami untuk turut menggerakkan ekonomi sekitar,” ungkap Etik Andriyanti, Manager Hotel Liberta Malioboro.
Dari sisi aksesibilitas, Liberta Malioboro juga menjalin kerja sama dengan Maxride sebagai official transportation partner, guna memberikan kemudahan mobilitas bagi tamu yang ingin mengunjungi berbagai destinasi wisata di Yogyakarta dan sekitarnya.
Sebagai perusahaan manajemen dan pengembangan hotel, Liberta Hotel International menerapkan strategi komersial berbasis data dan praktik industri terbaik dalam pengelolaan asetnya.
Pendekatan ini memastikan pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan, efisiensi operasional, serta penguatan posisi merek di pasar.
Dengan total 100 kamar dan pendekatan yang mengintegrasikan kenyamanan modern serta nilai-nilai lokal, Liberta Malioboro menegaskan perannya sebagai bagian dari ekosistem pariwisata Yogyakarta yang inklusif dan berkelanjutan. ***



Post Comment
You must be logged in to post a comment.