LUMINA, Girl Group I-Pop Baru yang Membawa Semangat Kolaborasi Indonesia–Korea
puanpertiwi.com – Industri musik Indonesia kembali mendapat warna baru dengan hadirnya LUMINA, girl group I-Pop pertama yang lahir dari kolaborasi lintas budaya Indonesia dan Korea Selatan. Di tengah semakin besarnya perhatian dunia terhadap musik pop Asia, kehadiran grup ini menjadi langkah segar yang memadukan identitas lokal dengan kualitas produksi global.
LUMINA berada di bawah naungan HOUSE ENM dan terbentuk melalui proyek global K-Pop ON-I, sebuah program pelatihan intensif selama empat minggu yang memberikan pengalaman nyata proses debut ala industri K-Pop. Para peserta menjalani berbagai tahapan seperti pelatihan vokal dan tari, rekaman di studio profesional, produksi video musik, hingga perilisan karya secara digital.
Nama LUMINA sendiri merupakan gabungan dari kata luminous dan ina, yang melambangkan lima cahaya berbeda yang bersatu menciptakan satu langit yang gemilang. Para penggemarnya pun memiliki nama khusus, yakni Starlets, yang diharapkan menjadi komunitas pendukung perjalanan mereka di industri musik.
Debut mereka ditandai dengan perilisan single 안녕. Bintang pada 10 Maret 2026 di berbagai platform musik digital. Lagu ini menjadi sapaan pertama LUMINA kepada dunia—sebuah anthem tentang keberanian mengejar mimpi dan menyalakan cahaya baru di panggung musik. Video musiknya yang telah tayang di kanal YouTube resmi grup tersebut menampilkan koreografi enerjik serta visual yang menggambarkan semangat remaja yang penuh mimpi.
Kelima anggota LUMINA yang berusia antara 10 hingga 15 tahun datang dari latar belakang berbeda di Indonesia. Marsila Akwila atau Wila dari Bogor menjadi main dancer sekaligus anggota paling senior. Fara Alfiratasya H. dari Bekasi berperan sebagai lead vocal dengan karakter suara yang kuat, sekaligus menjadi satu-satunya member berhijab yang membawa pesan tentang keberagaman.
Sementara itu, Kiandra Arundati H. dari Jakarta tampil sebagai main vocal dengan energi emosional dalam setiap penampilannya. Kadek Isyana dari Pontianak mengisi posisi lead vocal dan lead dancer dengan energi ceria, sedangkan Jennifer Natasha, anggota termuda asal Jakarta, berperan sebagai lead dancer dan sub vocal yang membawa pesona polos khas usia remaja.
Produser Young Boss menjelaskan bahwa proyek ini bertujuan membina talenta muda sejak dini dengan pendekatan profesional. Menurutnya, industri musik membutuhkan fondasi kuat agar para musisi muda mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Talenta muda berbakat harus dibina sejak dini dengan arahan yang tepat. Musik adalah perjalanan panjang yang membutuhkan fondasi kuat, dan LUMINA adalah bukti bahwa dengan pembinaan serius, mimpi anak-anak muda bisa tumbuh menjadi cahaya yang bersinar di panggung global,” ujarnya.
Tak hanya menghadirkan musik, LUMINA juga membawa konsep visual bertema Magical High-Teen, memadukan melodi liris bernuansa J-Pop, sentuhan K-Pop modern, serta atmosfer dreamy dream pop. Lirik lagu mereka pun menggunakan tiga bahasa—Korea, Indonesia, dan Inggris—untuk menjangkau pendengar lintas negara.
Dengan latar belakang budaya yang beragam dan konsep yang memadukan dua industri musik besar di Asia, LUMINA hadir bukan sekadar sebagai girl group baru. Mereka menjadi simbol generasi muda yang berani bermimpi dan menjadikan musik sebagai cahaya yang menghubungkan berbagai budaya. Sebuah pesan sederhana yang mereka bawa sejak debut: Say Hello to Your Dream. ***



Post Comment
You must be logged in to post a comment.