“No Condom, No Sex”: Kampanye yang Mengajak Pasangan Lebih Bertanggung Jawab
puanpertiwi.com – Jujur saja, ketika hasrat sedang tinggi, banyak laki-laki dengan mudah mengatakan “mau” pada apa pun. Di kehidupan nyata, terutama dalam relasi pasangan, kalimat seperti “Tenang sayang, nanti aku keluarin di luar,” “Kamu percaya aku kan?” atau “Cuma satu kali, nggak bakal hamil kok,”l masih kerap digunakan untuk meyakinkan pasangan agar bersedia berhubungan intim tanpa perlindungan.
Namun bagi banyak perempuan, mengatakan “mau” tidak sesederhana itu. Hubungan intim bukan hanya soal hasrat, tetapi juga soal rasa aman, penghargaan, dan perlindungan. Perempuan ingin dihargai bukan sekadar sebagai pelampiasan, tetapi sebagai pasangan yang dilindungi.
Di sinilah KONDOM SUTRA hadir membawa pesan tegas melalui kampanye terbarunya: “MAU KALO PAKE KONDOM.”
Pesannya jelas dan tidak bisa ditawar:
Kalau tidak pakai kondom, tidak mau. No Condom, No Sex.
Perlindungan Harus Jadi Standar
“Pesan kami sederhana: nggak mau kalau nggak pakai kondom,” ujar Cut Vallayati, Head of Marketing DKT Indonesia. “Kondom seharusnya bukan pilihan terakhir. Lewat kampanye ini, kami ingin kondom menjadi bagian normal dari momen intim — sesuatu yang dibicarakan secara terbuka dan tidak bisa dinegosiasikan.”
Kampanye ini mendorong perubahan cara pandang: penggunaan kondom bukan tanda kurang percaya, melainkan bentuk tanggung jawab dan rasa hormat terhadap pasangan.
Perspektif Laki-Laki: Tegas Itu Efektif
Komedian dan public figure Pandji Pragiwaksono turut mendukung pesan kampanye ini.
“Laki-laki sering cari alasan biar nggak pakai kondom,” ujarnya. “Tapi kalau pasangannya tegas, kebanyakan akhirnya nurut. Jujur saja, lebih baik pakai kondom daripada tidak dapat apa-apa sama sekali.”
Pesan ini menegaskan bahwa komunikasi yang tegas justru memperkuat posisi perempuan dalam hubungan.
Dari Sisi Medis: Bentuk Self-Care
Secara medis, kondom memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar kontrasepsi.
“Kondom adalah satu-satunya alat kesehatan yang dapat membantu mencegah HIV, Infeksi Menular Seksual (IMS), serta kehamilan yang tidak direncanakan,” jelas Dr. Erika, Clinical Training Manager DKT Indonesia. “Kondom bukan sekadar alat kontrasepsi, tetapi bentuk self-care dan perlindungan bagi kedua belah pihak.”
Artinya, penggunaan kondom adalah keputusan bersama untuk menjaga kesehatan dan masa depan.
Tegas Bukan Berarti Sulit
Influencer kesehatan sosial Adella Wulandari menilai ketegasan sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri.
“Aku bukan ribet, aku cerdas,” ujarnya. “Kalau dia benar-benar cinta, dia akan menghormati syaratku. Dan syaratku simpel: No condom, no sex.”
Kampanye ini ingin menunjukkan bahwa batasan adalah bagian dari hubungan yang sehat dan setara. ***



Post Comment
You must be logged in to post a comment.