Beauty Science Tech 2026: Ruang Refleksi ParagonCorp tentang Teknologi, Nilai, dan Masa Depan Kecantikan
puanpertiwi.com – ParagonCorp menghadirkan Beauty Science Tech (BST) 2026 di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, pada 22–25 Januari 2026. Lebih dari sekadar pameran teknologi kecantikan, ajang ini menjadi ruang perjumpaan gagasan tentang bagaimana sains, teknologi, dan nilai kemanusiaan dapat berjalan beriringan.
Kehadiran BST 2026 juga menandai perjalanan ParagonCorp menjelang usia 40 tahun, sebuah fase reflektif tentang arah dan makna pertumbuhan perusahaan ke depan.
Dalam sambutannya, Rabu, 21 Januari 2026, Group CEO ParagonCorp Herman Subakat mengajak pengunjung melihat teknologi bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai alat yang digerakkan oleh niat baik. Ia menyinggung kisah Thomas Alva Edison yang menciptakan lampu bukan semata demi inovasi teknologi, tetapi untuk “mengalahkan kegelapan” dan membuka ruang bagi manusia untuk belajar serta berkarya lebih banyak.

“Teknologi seharusnya menjadi katalisator perencanaan jika dimulai dengan niat yang baik,” ujar Herman. Ia juga mengingat kembali pesan pendiri ParagonCorp, Nurhayati Subakat, yang sejak awal menanamkan prinsip bahwa pertumbuhan perusahaan harus sejalan dengan semakin luasnya manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Menurutnya, teknologi perlu tetap berada dalam kendali manusia agar mampu membuat peradaban menjadi lebih baik dan lebih beradab, bukan sebaliknya.
Sejalan dengan itu, Deputy CEO ParagonCorp dr. Sari Chairunisa menekankan bahwa Beauty Science Tech 2026 bukanlah sebuah pameran yang berakhir pada produk atau teknologi semata. “Yang kami bangun adalah ruang bersama—tempat percakapan bisa dimulai, tempat bertemu para ahli, mendapatkan inspirasi, dan memahami berbagai gagasan secara lebih utuh,” tuturnya. BST 2026 dirancang sebagai titik temu antara ilmu pengetahuan, inovasi, dan dialog lintas perspektif.
Sementara itu, Board of Council Paragon Wardah, Stewardship for Global Impact, Retno Marsudi, menggarisbawahi pentingnya nilai dan purpose di tengah dunia yang diliputi ketidakpastian. Menurutnya, dalam kondisi global yang tidak menentu, satu hal yang mampu bertahan adalah perusahaan yang berdiri di atas nilai dan tujuan yang jelas.
“Perusahaan berbasis purpose bukan sekadar yang berbicara tentang tujuan, tetapi yang menjadikan purpose sebagai inti dari arah, keputusan, dan dampak yang ingin dihasilkan,” ungkap Retno. Ia menambahkan, nilai mungkin terasa memperlambat dalam jangka pendek, namun justru menjadi sumber kekuatan dalam jangka panjang ketika ketidakpastian datang.
Melalui Beauty Science Tech 2026, ParagonCorp mencoba menghadirkan narasi bahwa kemajuan teknologi kecantikan tidak terlepas dari tanggung jawab sosial dan nilai kemanusiaan.

Di tengah laju inovasi yang semakin cepat, BST 2026 menjadi pengingat bahwa masa depan industri—dan peradaban—akan ditentukan bukan hanya oleh seberapa canggih teknologi yang diciptakan, tetapi juga oleh niat dan tujuan yang melandasinya. ***



Post Comment
You must be logged in to post a comment.